Selasa, 02 September 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

4 Proyek tol tandatangani amandemen perjanjian

Editor   -   Selasa, 28 Juni 2011, 08:25 WIB

BERITA TERKAIT

JAKARTA: Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) hari ini kembali melakukan penandatanganan amandemen perjanjian pengusahaan jalan tol di empat ruas tol yang masuk dalam 24 ruas tol yang sempat mangkrak pembangunannya.

Keempat ruas tol itu yakni tiga ruas yang masuk ruas Trans Jawa adalah SoloNgawi, NgawiKertosono, KertosonoMojokerto dan ruas di JORR 2 SerpongCinere. Adapun total investasi pembangunan konstruksi empat ruas tol sepanjang 227,76 kilometer itu yakni mencapai Rp14,67 triliun.

Sedangkan pemegang konsensi dengan masa kontrak selama masing-masing 35 tahun itu dipegang oleh PT Thiess Indonesia untuk tiga ruas yang masuk dalam ruas Trans Jawa, dan PT Marga Hanurata Intristic untuk ruas Kertosono-Mojokerto.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak mengatakan dalam penandatanganan amandemen PPJT hari ini tiga ruas diantaranya merupakan ruas tol yang masuk Trans Jawa yang memang menjadi prioritas pemerintah dalam pelaksanaannya.

Pasalnya, di ruas tersebut memiliki tingkat volume paling tinggi di indonesia, dan juga menjadi ruas yang dapat memberikan pengaruh besar bagi pendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Karena itu, kami harapkan untuk tiga ruas yang sudah ditandatangani hari ini segera bisa direalisasaikan pelaksanaannya, ujar Hermanto usai penandatangan di Jakarta siang tadi.

Dia mengatakan hal tersebut juga guna mencapai target percepatan akses jalan express way dari Surabaya ke Jakarta yang terdiri dari sembilan ruas tol yang masuk dalam ruas Trans Jawa tersebut.

Pemerintah sendiri, katanya, akan melaksanakan percepatan pelaksanaan dengan mempercepat proses pembebasan lahan yang akan diambil dari dana Badan Layanan Umum dan juga sunk cost baik untuk biaya pengadaan tanah maupun biaya konstruksi proyek.

Misalnya saja,untuk pembebasan lahan pemerintah mengucurkan dana pembebasan lahan dari APBN dengan total nilai Rp1,85 triliun, untuk ruas tol SoloNgawi dan NgawiKertosono dengan nilai masing-masing Rp 1,30 triliun dan Rp0,55 triliun.

Selain itu, lanjutnya, pemerintah juga memberikan sunk cost (subsidi anggaran) untuk pembangunan sebagian konstruksi di dua ruas itu dengan anggaran sebesar Rp3 triliun dari APBN. Tujuannya, menurut Hermanto untuk meningkatkan kelayakan proyek dan sekaligus mempercepat proses pembangunan tol itu sendiri.

Dia juga berharap untuk tujuh ruas tol yang sudah menandantangani amandemen sebelumnya segera menyelesaikan syarat-syarat yang ditetapkan dalam PPJT, terutama dalam hal financial closed- nya.

Masih 13 proyek

Kepala BPJT Achmad Gani Gazaly mengatakan untuk 13 ruas tol yang belum ditandatangani amandemennya, mereka menargetkan pada akhir Juli sudah dituntaskan keseluruhannya. Sehingga diharapkan pada Agustus 2011 kegiatan pemenuhan syarat dalam PPJT sudah dilaksanakan pemegang konsensi.

Dia mengatakan dari 13 ruas yang belum ditandatangani, umumnya permasalahannya berupa sindikasi perbankan untuk pembiayaan proyek, dan juga masalah intern dalam pemegang saham.

Misalnya saja untuk ruas tol BatangSemarang yang saat ini masih dalam penyelesaian masalah pemegang saham, dimana dari hasil pemanggilan BPJT pekan ini masih perlu dilakukan penyelesaian internal pemegang saham.

Sedangkan terkait progres untuk tujuh ruas tol yang telah ditandatangani sebelumnya, katanya, saat ini sedang memasuki tahap pembebasan lahan, dan sebagian konstruksi di beberapa ruas. Misalnya saja, untuk ruas SurabayaMojokerto seksi 1a sudah rampung dibangun dan siap dioperasikan pada awal Juli 2011.

Sedangkan untuk seksi 4 proses konstruksi baru berjalan sekitar 45%nya. Sementara itu, untuk beberapa ruas lainnya telah melalui proses pembebasan lahan seperti ruas CengkarengKunciran sampai dengan KunciranSerpong, DepokAntasari yang baru mulai masuk dalam pembebasan lahan, sedangkan ruas Gempol-Pasuruan sudah sebanyak 40% dan Gempol-Pandaan sudah sekitar 90% dibebaskan lahannya.

Seluruh pemegang konsesi juga sudah menyerahkan kewajiban jaminan pelaksanaan tetap yakni sebesar 1% dari total biaya investasi proyek, 14 hari stelah amandemen ditandatangani. Saat ini masuk dalam proses kelanjutannya, ujarnya.

Ditemui ditempat yang sama, Direktur Utama PT Marga Hanurata Intristic Ferry Tan Sukirman mengatakan saat ini perusahaannya sudah mulai melaksanakan pembangunan fisik proyek Kertosono-Mojokerto sebesar 35%nya.

Diperkirakan, keseluruhan kegiatan konstruksi rampung pada akhir 2012. Sedangkan untuk realiasasi pembebasan lahannya, katanya, sudah lebih dari 70% dibebaskan sehingga proses konstruksi diharapkan tidak terkendala masalah pembebasan lahan.

Saat ini kami masih menunggu kepastian dari pengucuran pinjaman dana perbankan untuk membiayai proyek, karena untuk konstruksi yang sudah berjalan seluruhnya berasal dari modal perusahaan. Untuk pinjaman perbankan kami dapatkan dari Bank BNI dan Mandiri, ujarnya hari ini. (sut)


Editor : Sutarno

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.