Rabu, 23 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

Pasar Mayestik buka lagi awal tahun depan

Sekretariat Redaksi   -   Selasa, 13 Desember 2011, 18:12 WIB

BERITA TERKAIT

JAKARTA: PD Pasar Jaya, pengelola 153 pasar tradisional milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, segera mengoperasikan Pasar Mayestik pada awal tahun depan setelah dilaksanakan topping up gedung pasar tersebut pekan ini.   Direktur Utama PD Pasar Jaya Djangga Lubis mengatakan struktur bangunan Pasar Mayestik secara umum sudah selesai dan tinggal penuntasan pekerjaan lantai atas yang diharapkan rampung sesuai waktu yang ditargetkan. "Pembangunan pasar mayestik akan selesai tepat waktu dan direncanakan pertengahan 2012 bisa dilaksanakan serah terima kunci kios kepada para pedagang," katanya di Jakarta, Senin 13 Desember. Menurut dia, Pasar Mayestik nantinya memberikan jaminan kenyamanan bagi pedagang dan konsumen, karena gedungnya didesain dengan konsep modern sebagai tempat berbelanja aneka produk tekstil, kosmetik, sepatu, salon, butik, otomotif, dan barang kelontong. Pasar tradisional Mayestik hasil renovasi total itu, lanjutnya, terdiri dari 6 lantai dengan jumlah kios mencapai 1.618 unit los, 267 unit tempat usaha, 394 unit counter yang dilengkapi 37 eskalator, 2 lift dan areal parkir untuk 1.000 mobil. Sementara itu Manajer Humas PD Pasar Jaya Yohanes Daramonsidi mengatakan Pasar Mayestik merupakan salah satu dari 26 pasar yang dijadwalkan rampung diremajakan dan direnovasi pada 2012.  Menurutnya, PD Pasar Jaya masih mencari mitra bisnis untuk menggarap proyek peremajaan dan revitalisai 97 pasar yang kondisinya rusak karena dimakan usia lebih dari 20 tahun sehingga tidak layak dipertahakan."Rencana perbaikan pasar disesuaikan hasil penelitian ahli konstruksi bangunan, karena ada bangunannya yang masih kuat sehingga bisa direvitalisasi, tetapi ada juga bangunan yang harus diremajakan secara total," katanya.     Dia mengatakan proyek peremajaan dan revitalisasi pasar tradisional dapat dikerjakan sendiri oleh PD Pasar Jaya, atau bermitra dengan investor dan dapat dilakukan sendiri oleh para pedagang yang tergabung dalam koperasi pedagang.Adapun investasi yang dibutuhkan untuk memperbaiki kondisi pasar tradisional, lanjutnya, semua tergantung dari fisik bangunan dan desainnya, yang paling kecil sekitar Rp7 miliar-Rp10 miliar berupa bangunan dengan desain berbentuk hanggar.Menurut dia, setiap pelaskanaan peremajaan atau revitalisasi pasar tradisional itu harus mendapat persetujuan menimal 60% dari total pedagang pasar setempat yang dinyatakan secara tertulis di atas kertas yang bermaterai."Biasanya untuk mencapai kesepakatan dari minimal 60% pedagang itu cukup sulit, muncul pro dan kotra antara mereka sendiri, sehingga sering menghambat proses perbaikan pasar tradisional yang kondisinya sudah rusak dan kumuh," ujarnya.Yohanes mengatakan kondisi dari 97 pasar tradisional yang terlihat rusak, kumuh, becek, semerawut dan tidak layak digunakan itulah yang sering dikeluhkan para pedagang setempat dan pengunjungnya.Ketua Umum Pusat Koperasi Pedagang Pasar DKI Jakarta Zaenal Arifin mengatakan rencana peremajaan pasar disesuaikan dengan status lokasinya yang akan dilengkapi bangunan komersial berupa pusat bisnis dan perkantoran serta hotel dan apartemen.Pasar tradisional di kawasan premium yang dapat dilengkapi dengan bangunan komersial itu antara lain Pasar Rumput di Jl Sultan Agung Jakarta Selatan, serta Pasar Benhil di Jl Sudirman dan Pasar Blora di Menteng Jakarta Pusat."Rencana peremajaan Pasar Rumput yang disepakati para pedagang pada 2005 sudah mengarah ke sana, dilengkapi apartemen. Tetapi, belum bisa direalisasikan karena terbentur peraturan perundangan yang ada," katanya. (ea)


Editor : Marissa Saraswati

Berlangganan Epaper Bisnis Indonesia Cuma Rp10 Juta Seumur Hidup, Mau? Klik disini!
 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.