Sabtu, 25 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Kemendikbud gelar progam sarjana mengajar di daerah terpencil

A. Nurul Fajri   -   Minggu, 25 Desember 2011, 18:50 WIB

BERITA TERKAIT

BOGOR: Kemendikbud mengadakan program Sarjana Mendidik di Daerah Terpencil, Terluar, Tertinggal (SM3T) untuk mengatasi kekurangan guru di daerah-daerah itu.

 

"Program SM3T ini merekrut sarjana pendidikan kemudian diberi penugasan selama satu tahun dan diberi pendidikan profesi selama setahun," kata Supriadi, Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan, kemarin.

 

Berbicara  di acara dialog wartawan yang diselenggarakan Pusat Informasi Humas Kemendikbud di Bogor, Sabtu 24 Desember, Supriadi mengatakan Kemdikbud juga merekrut putra daerah untuk memenuhi kebutuhan guru melalui program PPGT.

 

"Program Pendidikan Profesi Guru Terintegrasi (PPGT) dirancang dengan membidik lulusan sekolah lanjutan atas untuk disekolahkan di LPTK dengan beasiswa dan kembali ke daerahnya untuk mengajar," ujarnya.

 

Program PPGT itu adalah untuk menutupi atau mengatasi masalah kekurangam guru di daerah terpencil terluar dan tertinggal yang jumlahnya 6.645 orang.

 

Namun, kekurangan guru yang saat ini terjadi lanjut Supriadi tidak bisa dipenuhi dengan PPGT saja. Oleh karena itu program SM3T yang baru diselenggarakan tahun ini diharapkan dapat menutupi kebutuhan itu.

 

"Untuk memenuhi kebutuhan guru tersebut kita harapkan 50% atau 3.000-an  dapat di hasilkan dari program SM3T dan 50% lagi dari program PPGT," jelasnya.

 

Program SM3T direncanakan akan berlangsung hingga 2015. Program itu  bernama Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia. Tujuannya untuk mencari model pendidikan guru khususnya di daerah tertinggal, tambah Supriadi.  (ea)


Editor : Marissa Saraswati

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.