Kamis, 24 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

NASIB ANAS: Ruhut minta Anas mundur

M. Syahran W. Lubis   -   Kamis, 02 Februari 2012, 12:29 WIB

BERITA TERKAIT

JAKARTA: Ketua DPP Partai Demokrat bidang Komunikasi dan Informasi, Ruhut Sitompul, meminta Anas Urbaningrum untuk legowo dengan mengundurkan diri sementara atau memberikan jaminan kalau memang tidak tidak terkait dengan kasus Wisma Atlet.Ruhut mengungkapkan langkah mengundurkan diri untuk sementara akan lebih baik bagi pencitraan partai karena kader dan masyarakat tidak lagi bertanya-tanya mengenai keterkaitannya dengan kasus Wisma Atlet.Menurutnya, makin lama Ketua Umum DPP Partai Demokrat itu mundur maka opini publik akan terus menghukum Partai Demokrat sehingga akan merugikan citra Partai Demokrat."Legowolah, mengundurkan diri dulu. Nanti kalau tidak ada bukti hukum ," ujar Ruhut ketika dimintai komentarnya soal wacana pelengseran Anas hari ini.Ruhut mengatakan sebagai sahabat Anas, dirinya lebih baik menyampaikan yang benar meski pahit.   Terkait soal perlunya jaminan dari Anas bahwa dirinya bersih, Ruhut mengatakan hal itu sangat diperlukan untuk menjaga citra partai.Anas, ujarnya, harus bicara dan menanggapi tudingan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad  Nazaruddin yang kini jadi tersangka. Alasannya karena dalam politik akan sulit membedakan mana yang pelanggaran etika dan mana pelangaran hukum."Komentar dong. Saya pengen dia ada jaminan bahwa dia yakin . Saya kepingin dia jadi negarawan," tambahnya. (tw) 


Editor :

Berlangganan Epaper Bisnis Indonesia Cuma Rp10 Juta Seumur Hidup, Mau? Klik disini!
 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.