Jum'at, 24 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

AGENDA WAPRES: Kunjungan Boediono dibayangi demo mahasiswa

Aprilian Hermawan   -   Senin, 19 Maret 2012, 10:11 WIB

BERITA TERKAIT

YOGYAKARTA: Kunjungan Wakil Presiden  Boediono ke Yogyakarta selama dua hari, dibayangi aksi unjuk rasa kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi.Wapres Boediono  dijadwalkan membuka International Conference on Sustainable Innovation  (ICoSI) 2012 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta,  pukul 09.00 WIB, hari ini (19/3).Boediono berada di Yogyakarta sejak kemarin dan bermalam di kediaman pribadi di Jalan Sawit, Condong Catur, Yogyakarta. Semalam, pada pukul 19.00 WIB, sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus di Yogyakarta mencoba mendatangi rumah Boediono untuk menyampaikan unjuk rasa menolak kenaikan BBM, namun gagal karena dihadang aparat keamanan.Kunjungan kerja ke UMY pagi ini juga tetap dibayangi aksi demonstrasi. Para mahasiswa yang tergabung dalam sekretariat bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Yogyakarta rencananya akan menuju UMY pada pukul 08.30 WIB. Sekretariat bersama BEM itu terdiri dari  UIN Sunan Kalijaga, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Janabadra, Universitas Islam Indonesia, dan  Stikes Surya Global.Berdasakan pemantauan Bisnis, sejumlah mahasiswa dengan jaket almamaternya sudah terlihat bergerombol di jalan-jalan menuju tempat acara.Konferensi Inovasi Berkelanjutan 2012 sendiri akan dihadiri para akademisi dari berbagai negara. Dalam konferensi tersebut Wapres juga akan menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dengan Technical University of Eindhoven, Belanda. (faa)


Editor :

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.