Sabtu, 23 Agustus 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

EKONOMI DAERAH: Pengangguran di Makassar tertinggi ke-5

Editor   -   Kamis, 05 April 2012, 10:47 WIB

BERITA TERKAIT

MAKASSAR: Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi mencatat jumlah pengangguran di Kota Makassar hingga bulan April 2012 mencapai 58.000 orang sehingga menempatkan kota ini pada peringkat kelima kota dengan angka pengangguran tertinggi di Indonesia.Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Makassar Manai Soyfan mengatakan dalam setahun terakhir terjadi penurunan angka pengangguran 21,62%di mana pada tahun 2011 mencapai 74.000 orang."Meski masih terbilang tinggi, angka pengangguran di Makassar dalam setahun terakhir turun sekitar 21,62%," klaim Manai.Menurut data Disnakertrans, realisasi penyerapan tenaga kerja menjelang akhir kuartal II/2012 mencapai 6.000 orang. Realisasi penyerapan tenaga kerja itu tersebar pada sejumlah perusahan swasta maupun instansi pemerintahan di kota ini.Adapun dari pencari kerja yang terdata, rerata didominasi lulusan dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di kota ini, disusul kemudian tamatan SLTA/SMK sederajat."Tenaga kerja tersebut sebelumnya merupakan pengangguran yang tercatat sebagai pencari kerja di Disnakertrans. Total jumlah pencari kerja yang terdata tahun sebanyak 12.000 orang, dan yang terserap hingga saat ini 50% melalui fasilitasi Disnaker," ujarnya, Kamis 5 April 2012.Sebelumnya, pada awal tahun 2012 Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar telah menjalin kerja sama dengan Japan International Coorporation Agency (JICA) terkait pengadaan bursa kerja online, dengan tujuan mempermudah masyarakat di kota ini mengakses informasi kerja sesuai dengan kualifikasi.Pengadaan bursa kerja online tersebut juga merupakan salah satu program pemerintah pusat bersama JICA dalam rangka menekan angka pengangguran di seluruh daerah di Indonesia. (k56/Bsi)


Source : Amri Nur Rahmat

Editor :

 

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.