Kamis, 28 Agustus 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

12.000 GURU HONORER di DKI akan diangkat jadi PNS

Sekretariat Redaksi   -   Senin, 16 April 2012, 17:02 WIB

BERITA TERKAIT

JAKARTA: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengangkat 12.000 guru honorer menjadi calon pegawai negeri sipil pada tahun ini untuk kemudian secara bertahap akan diproses pengangkatannya sebagai pegawai negeri sipil.Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan alokasi anggaran untuk sektor pendidikan yang ditetapkan dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah DKI 2012 memang diperuntukkan bagi pengangkatan guru honorer menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS).“Tahun ini sebanyak 12.000 tenaga pendidik honorer yang akan kami proses untuk mendapatkan status calon pegawai negeri sipil. Ini merupakan komitmen kami memberikan perhatian yang terbaik bagi dunia pendidikan,” katanya di Jakarta hari ini.Gubernur seusai meninjau pelaksanaan ujian nasional ke sejumlah Sekolah Menengah Atas di Ibu Kota menjelaskan dari 12.000 orang CPNS tersebut baru 6.000 orang yang akan diangkat menjadi PNS dan sisanya segera diproses secepatnya.Menurutnya, Pemprov DKI dalam upaya memajukan pendidikan di Ibu Kota juga merealisasikan program bea siswa bagi 13.000 anak rawan putus sekolah, yang telah menjadi agenda tahunan di Ibu Kota.Dia mengatakan jika pada 2011 pemprov menyalurkan bea siswa kepada 11.000 pelajar rawan putus sekolah, maka tahun ini mengagendakan pemberian bea siswa bagi lebih dari 12.000 siswa agar tidak ada lagi cerita bahwa orang tidak mampu tigak bisa bersekolah.Selain itu pemprov juga memberikan bantuan langsung kepada seluruh siswa berupa bantuan operasional pendidikan (BOP) yang tahun ini dianggarkan sedikitnya Rp1,5 triliun."Dengan demikian kami harapkan kualitas pendidikan di Jakarta akan terus meningkat dari tahun ke tahun, sehingga kami mempunyai sumber daya manusia yang semakin berkualitas," ujarnya.Pemprov DKI dalam waktu dekat ini, lanjutnya, akan merealisasikan program wajib belajar 12 tahun, yang prosesnya telah dimatangkan beberapa tahun belakangan ini dengan harapat dapat dimulai pada 2013.Program wajib belajar 12 tahun dilaksanakan untuk mengimbangi perkembangan tuntutan masyarkat yang semula hanya mengharapkan pendidikan gratis itu sekarang ke arah pemerataan dan peningkatan kualitasnya agar lulusan semua sekolah di Jakarta sejajar dengan standar sekolah scara global.Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan DKI Taufik Yudi Mulyanto menjelaskan sebanyak 119.943 siswa mengikuti ujian nasional yang terdiri dari siswa SMA sebanyak 54.779 orang dan 65.164 siswa Sekolah Menengah Kejuruan.   “Untuk mengawasi soal ujian dan pelaksanaan ujiannya, selain melibatkan petugas kepolisian juga dari pihak perguruan tinggi seperti Universitas Negeri Jakarta, Universitas Indonesia, Universitas Jaya Baya, Universitas Pancasila dan Universitas Tarumanagara,” ujarnya.Taufik mengatakan upaya untuk menjaga soal ujian dan pelaksanaan ujian nasional secara ketat di Jakarta diharapkan dapat mencegah terjadinya kebocoran soal yang sesungguhnya memalukan bagi dunia pendidikan.(faa)


Editor :

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.