Kamis, 23 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

KECELAKAAN LAUT: Kapal tanker tabrak jembatan Barelang

Editor   -   Rabu, 06 Juni 2012, 09:29 WIB

BERITA TERKAIT

BATAM: Sebuah kapal penunjang anjungan lepas pantai jenis tanker menabrak jembatan ke-6 dari gugusan enam jembatan Barelang yang menghubungkan antara pulau Galang dan Galang Baru pada Rabu dini hari tadi, 6 juni 2012.

 

Informasi yang diperoleh dari posko penjagaan wilayah Pulau Galang seperti disampaikan Direktur Humas dan PTSP Badan Pengusahaan Kawasan FTZ Batam Dwi Joko Wiwoho, menyebutkan kapal tersebut sedang labuh jangkar di sekitar perairan Galang dan terbawa arus sehingga menabrak jembatan.

 

"Kejadiannya kurang lebih pukul 03.30 wib dini hari tadi (Rabu, 08 Juni 2012). Informasi sementara belum ada korban jiwa, namun jembatan terbelah dan anjungan kapal tersangkut," ujarnya.

 

Saat ini tim dari BP Batam dan Pemkot Batam sedang menuju ke lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

 

Jembatan ke-6 yang bernama Jembatan Raja Kecil merupakan jembatan paling pendek dari enam gugusan jembatan yang menghubungkan tujuh pulau mulai dari Pulau Batam, Tonton, Nipah, Rempang, Galang, dan Galang Baru.

 

Panjang jembatan Raja Kecil sekitar 180 meter dengan ketinggian dari permukaan laut kurang lebih 20 meter.

 

Gugusan Jembatan Barelang ini diresmikan penggunaannya pada September 1998 oleh Presiden Soeharto, saat itu BJ Habibie masih menjabat sebagai Ketua Otorita Batam sekaligus Menristek/Kepala BPPT. (k17/Sus/Bsi)

 

 

BERITA LAINNYA:


Source : Chandra Gunawan

Editor :

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.