Kamis, 24 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

AGENDA PRESIDEN: SBY lanjutkan kunjungan ke Sumba Timur NTT

Martin Sihombing   -   Rabu, 04 Juli 2012, 07:37 WIB

BERITA TERKAIT

JAKARTA:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melanjutkan kunjungannya ke Nusa Tenggara Timur, setelah selesai melakukan lawatannya di Darwin, Australia untuk melakukan pertemuan  bilateral dengan Perdana Menteri Australia Julia Gillard.Pesawat yang membawa Yudhoyono dan rombongan, seperti dikutip dari laman resmi Presiden SBY,  lepas landas dari Pangkalan Udara Militer Darwin, Australia hari ini  pukul 10.00 waktu setempat atau 07.30 WIB menuju Waingapu, Sumba Timur, NTT.Sebelum keberangkatannya ke Darwin, Presiden Yudhoyono mengatakan kunjungannya ke Sumba Timur, NTT antara lain untuk melihat perkembangan sektor peternakan sapi di daerah tersebut.“Dulunya ada peternakan sapi, tapi sebagian telah susut. Meskipun sebagian juga dibangun. Saya melihat masih ada potensi yang besar untuk pengembangan lebih luas lagi,” kata Presiden SBY .Untuk itu, Yudhoyono mengarapkan kalangan dunia usaha di dalam negeri memiliki komitmen  dan inisiatif serta melaksanakan investasi di bidang peternakan sapiSementara pemerintah pusat dan daerah juga akan  menyokong untuk pengembangan sektor peternakan sapi tersebut.“Kita akan melihat apa yang bisa dibantukan oleh pemerintah provinsi maupun  pemerintah pusat di bidang  peternakan sapi,” kata SBY.Rencananya Presiden Yudhoyono akan tiba kembali di Jakarta pada Kamis (5/7). (faa)

 


Editor :

Berlangganan Epaper Bisnis Indonesia Cuma Rp10 Juta Seumur Hidup, Mau? Klik disini!
 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.