Sabtu, 25 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

AGENDA PRESIDEN: SBY lanjutkan kunjungan ke Sumba Timur NTT

Martin Sihombing   -   Rabu, 04 Juli 2012, 07:37 WIB

BERITA TERKAIT

JAKARTA:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melanjutkan kunjungannya ke Nusa Tenggara Timur, setelah selesai melakukan lawatannya di Darwin, Australia untuk melakukan pertemuan  bilateral dengan Perdana Menteri Australia Julia Gillard.Pesawat yang membawa Yudhoyono dan rombongan, seperti dikutip dari laman resmi Presiden SBY,  lepas landas dari Pangkalan Udara Militer Darwin, Australia hari ini  pukul 10.00 waktu setempat atau 07.30 WIB menuju Waingapu, Sumba Timur, NTT.Sebelum keberangkatannya ke Darwin, Presiden Yudhoyono mengatakan kunjungannya ke Sumba Timur, NTT antara lain untuk melihat perkembangan sektor peternakan sapi di daerah tersebut.“Dulunya ada peternakan sapi, tapi sebagian telah susut. Meskipun sebagian juga dibangun. Saya melihat masih ada potensi yang besar untuk pengembangan lebih luas lagi,” kata Presiden SBY .Untuk itu, Yudhoyono mengarapkan kalangan dunia usaha di dalam negeri memiliki komitmen  dan inisiatif serta melaksanakan investasi di bidang peternakan sapiSementara pemerintah pusat dan daerah juga akan  menyokong untuk pengembangan sektor peternakan sapi tersebut.“Kita akan melihat apa yang bisa dibantukan oleh pemerintah provinsi maupun  pemerintah pusat di bidang  peternakan sapi,” kata SBY.Rencananya Presiden Yudhoyono akan tiba kembali di Jakarta pada Kamis (5/7). (faa)

 


Editor :

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.