Sabtu, 01 November 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

PILKADA DKI: Awas, ada 801 Pengawas dikerahkan

Editor   -   Sabtu, 07 Juli 2012, 01:41 WIB

BERITA TERKAIT

JAKARTA:  Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI akan mengerahkan sebanyak 801 petugas guna mengawasi Tempat Pemungutan Suara pada hari pencoblosan Pemilukada DKI 11 Juli mendatang. 

"Setiap petugas akan mengawasi sebanyak 15 TPS," kata Ketua Panwaslu DKI Jakarta, Ramdansyah kepada wartawan, Jumat (6/7). 

Ia mengatakan, sebanyak 3 petugas akan disiapkan di setiap kelurahan untuk membantu Panitia Pelaksana Lapangan (PPL) di masing-masing TPS. 

"Para petugas akan disebar di 267 kelurahan seluruh Jakarta khususnya untuk mengawasi pelaksanaan pemungutan suara," ujar Ramdansyah, Jumat (6/7). 

Keberadaan petugas, tegas Ramdansyah, dipersiapkan mengantisipasi kecurangan pada proses penghitungan suara sekaligus sebagai pencatat data pembanding terkait penghitungan hasil Pemilukada DKI 2012. 

"Petugas akan diminta untuk memfoto dan menyalin form C1 atau pleno asli dari hasil penghitungan di setiap TPS," tegasnya. 

Salinan penghitungan tersebut, lanjut Ramdansyah, nantinya akan mejadi acuan data dari penghitungan oleh Panwaslu DKI Jakarta. 

"Kita ambil data untuk pembanding, sehingga jika data berbeda kita sudah punya buktinya," tuturnya. 

Menurut Ramdansyah, penghitungan yang dilakukan Panwaslu DKI Jakarta, dijadikan sebagai data pembanding, sehingga jika diketahui ada indikasi kecurangan, maka bisa lebih cepat ditemukan. (Antara/msb)

 


Source : Newswire

Editor : Novita Sari Simamora

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.