Selasa, 21 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

INDUSTRI ROKOK: Sampoerna Operasikan Dua Pabrik Baru di Jatim

Editor   -   Senin, 09 Juli 2012, 09:04 WIB

BERITA TERKAIT

SURABAYA: PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk memperluas pengoperasian pabrik rokoknya di Jawa Timur ke wilayah bagian timur dengan membuka 2 unit produksi sigaret kretek tangan baru di Probolinggo dan Lumajang.

 

Pengoperasian kedua pabrik rokok sigaret kretek tangan (SKT) yang menerapkan kegiatan produksi secara pelintingan/manual itu menggandeng usaha kecil menengah (UKM).

 

“Pembukaan pabrik SKT di tingkat kecamatan dan kabupaten sejalan dengan misi kami untuk turut mengembangkan perekonomian daerah melalui pengembangan sektor industri padat karya. Tenaga kerja yang diserap mencapai ribuan orang,” kata Nur Hendratni, Corporate Communications PT HM Sampoerna Tbk, hari ini.

 

Dia menjelaskan kedua pabrik SKT baru itu berdomisili di Kraksaan, Kab. Probolinggo dan di Lumajang. Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk John Gledhill dijadwalkan menghadiri peresmian kedua pabrik rokok tersebut pada Rabu, 11 Juli 2012.

 

 

Nur Hendratni tidak merinci lebih lanjut  nama perusahaan UKM yang digandeng oleh HM Sampoerna di kedua kabupaten tersebut.

 

Berdasarkan data Bisnis, HM Sampoerna menjalankan pola kemitraan produksi SKT sejak 1994 dan mitra yang dilibatkan dalam perintisan kerja sama usaha tersebut adalah dua koperasi di Jatim masing-masing Koperasi Unit Desa Tani Bahagia di Mojokerto dan Koperasi Karyawan Redrying Bojonegoro (Kareb).

 

Selanjutnya, pola kemitraan berkembang ke Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat dan mitra produksi sigaret (MPS) HM Sampoerna mencapai 40 pabrik.

 

Dalam pola kemitraan tersebut, pihak HM Sampoerna memasok bahan baku dan alat pelintingan serta instruktur produksi, sedangkan koperasi maupun UKM menyiapkan fasilitas produksi serta tenaga kerja.

 

Pola itu menguntungkan kedua belah pihak, dimana HM Sampoerna tidak mengeluarkan dana investasi bagi pendirian pabrik sekaligus tidak menanggung kemungkinan terjadinya kasus ketenagakerjaan. Di lain pihak, koperasi dan UKM yang bermitra memperoleh jasa produksi yang nilainya cukup besar. (k22/yus)


Source : Adam A Chevny

Editor :

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.