Sabtu, 01 November 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

KA BATU BARA: 6 Perusahaan Dukung Jalur Puruk Cahu-Batanjung

Aprilian Hermawan   -   Kamis, 12 Juli 2012, 16:41 WIB

BERITA TERKAIT

PALANGKARAYA--Enam perusahaan batu bara memberikan dukungan terhadap proyek pembangunan jalur kereta api Puruk Cahu-Bangkuang- Batanjung, di Kalimantan Tengah senilai US$2,3 miliar.Perusahaan batu bara itu akan menjadi pelanggan tetap proyek kereta api Kalteng itu. Mereka menandatangani deklarasi komitmen pengguna kereta api Kalteng di hadapan Wapres Boediono, disela-sela peringatan Hari Koperasi Nasional ke-65 di Palangkaraya, Kamis (12/7).Perusahan batu bara yang siap menjadi pelanggan kereta api itu adalah PT PLN Batubara, PT Krakatau Posco dan PT Krakatau National Resources. Selain BUMN pengguna batu bara skala besar itu, tiga perusahaan juga swasta juga ikut mendukung yaitu PT Asmin Koalindo Tuhup, PT Billiton Indonesia / BHP IndoMetCoal, dan PT Indika Indonesia Resources.Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia Sinthya Roesly mengatakan dukungan para pengguna proyek itu semakin memperkuat kelayakan investasi proyek KA di Kalteng tersebut."Dukungan komitmen para calon pengguna kereta api ini akan menjadi langkah sangat positif dalam mewujudkan kelayakan dan kesiapan proyek tersebut," katanya seusai penandatanganan.PII menjadi penjamin proyek KA Kalteng yang ditawarkan Pemprov Kalteng tersebut. Sinthya mengatakan jaminan yang diberikan berupa risiko politik seperti risiko pencabutan konsesi, perizinan, dan perubahan aturan karena proyek ini bersifat jangka panjang. Jaminan lain yang akan diberikan adalah kepastian tata laksana, mengingat kereta api termasuk infrastruktur publik."Pemprov Kaltim sejauh ini berkomitmen, kalai ada pelanggaran, kita yang akan ganti," katanya.Dalam melaksanakan penjaminan, PII juga akan mengacu Perpres No. 78/2010, PT PII akan melakukan penilaian menyeluruh terhadap Usulan Penjaminan berdasarkan berbagai kriteria, diantaranya kelayakan proyek dan kesiapan proyek.Hingga kini sudah ada empat konsorsium yang akan mengikuti tender proyek tersebut yaitu Itochu Toll Consortium, Drydocks World LLC- PT MAP Resourses Indonesia Consortium, PT Bakrie -SNCLavalin-Thyssencrupp Consortium, dan China Railway Group Limited- PT M ega Guna Ganda Semesta-PT Royal Energi Consortium.Sinthya mengatakan dalam waktu dekat PII dan Pemprov Kalteng segera melakukan konsultansi mengenai proposal tender yang akan diajukan. Konsultansi bersama peserta tender diperlukan untuk mengetahui kebutuhan jaminan dan penyusunan dokumen final, sebelum penentuan pemenang.Pemenang tender akan ditetapkan pada awal 2013 dan proyek diharapkan beroperasi pada 2015.Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang mengatakan jalur kereta yang merupakan bagian dari Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) tersebut akan menggabungkan lima kabupaten di Kalimantan Tengah.Kelima kabupaten tersebut adalah Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, dan Kapuas. Selain itu, rel kereta juga akan menghubungkan lokasi-lokasi pertambangan di pedalaman Barito yang terletak di bagian Timur Utara Kalimantan Tengah dengan pelabuhan di bagian Selatan (Laut Jawa).Teras menambahkan pembangunan proyek kereta sepanjang 185 km hingga 400 km tersebut nantinya akan menghemat biaya distribusi sekaligus mendorong pertumbuhan kegiatan ekonomi di Kalimantan Tengah, khususnya proses distribusi batu bara."Penghematan akan sangat signifikan. Distribusi batu bara dari lokasi pertambangan akan menjadi lebih mudah. Selama ini dengan sungai terkendala oleh alam karena sungai Barito hanya mampu dialiri 4 bulan dalam setahun," ujar Narang. (bas) 


Editor : Aang Ananda Suherman

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.