Jum'at, 19 September 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

MUDIK LEBARAN: Kapolri himbau, mudik jangan naik motor

Editor   -   Jum'at, 10 Agustus 2012, 21:51 WIB

BERITA TERKAIT

JAKARTA: Mabes Polri menghimbau kepada para pemudik agat tidak menggunakan kendaraan roda dua untuk pulang ke kampung halaman. Pasalnya kecelakaan lalu lintas kebanyakan terjadi pada roda dua.

 

Kapolri Jenderal Timur Pradopo mengatakan dari evaluasi tahunan kepolisian kenaikan arus mudik didominasi oleh sepeda motor yang mencapai 10%. Namun, tingkat kecelakaan sepeda motor juga paling tinggi.

 

“Oleh sebab itu, kami menghimbau bagi para pemudik jangan menggunakan sepeda motor,” ujarnya di sela-sela apel Operasi Ketupat 2012 di Lapangan Monas, Jumat (10/8/2012). 

Dia mengungkapkan 75% kecelakaan pada tahun lalu dialami oleh sepeda motor dibandingkan dengan kendaraan roda empat atau lebih. Untuk itu kepolisian akan mengantisipasi lonjakan pemudik kendaraan roda dua.

 

Kepala Korps Lalu Lintas Mabes Polri Irjen Pol Puji Hartanto menambahkan motor bukan kendaraan jarak jauh, sehingga rentan dengan kecelakaan yang membahayakan nyawa pengendaranya. 

Dia menyampaikan dari evaluasi tahun lalu pemudik sepeda motor rata-rata kelebihan muatan dengan berboncengan 3-4 orang. “Ditambah dengan anaknya dan membawa barang-barang. Itu sangat berbahaya,” terangnya.

Kepolisian, lanjutnya, akan melakukan langkah antisipasi meminimalisir kecelakaan motor dalam arus mudik kali ini.  “Nanti akan ada posko-posko di berbagai titik, kami akan memantau para pemudik yang menggunakan motor,” paparnya.(msb)

 

 

 

 


Source : Hendri T. Asworo

Editor : Novita Sari Simamora

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Dapatkan data Neraca, Reksa Dana, Waran, Swap, Valas, Obligasi, dan Saham. Klik disini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik disini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.