Jum'at, 24 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

ARUS BALIK LEBARAN: Calon penumpang mulai menumpuk di Terminal bus Cicaheum

Editor   -   Rabu, 22 Agustus 2012, 10:52 WIB

BERITA TERKAIT

BANDUNG: Arus balik Idul Fitri 1433 Hijriah mulai mengalir di Terminal bus Cicaheum, Bandung, Rabu.Menurut Kepala Terminal bus Cicaheum Jujun Juanda, kedatangan penumpang pada Selasa 21 Agustus 2012 telah mencapai 5.300 orang."Sekarang sudah mulai kelihatan banyak yang tiba dibanding yang berangkat. Untuk hari ini diprediksi jumlah kedatangan bisa mencapai enam ribu orang," ujarnya.Arus balik di terminal bus Cicaheum yang melayani rute arah timur Pulau Jawa itu hingga Rabu masih didominasi oleh penumpang Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) seperti Indramayu, Cirebon, Pangandaran, Banjar dan Kuningan."Untuk penumpang jarak jauh antar kota antar provinsi mungkin mulai ramai nanti sore karena besok pegawai kantor sudah bekerja kembali," kata Jujun.Terminal bus Cicaheum, lanjut dia, telah mengerahkan seluruh armada untuk melayani penumpang arus balik terutama di beberapa lokasi yang sering terjadi penumpukan penumpang seperti Tegal, Purwokerto, dan Cicaheum."Kita menerapkan sistem jemput bola dengan cara mengerahkan seluruh armada untuk memastikan semua penumpang terlayani," katanya.Pelaksanaan arus mudik Lebaran hingga arus balik pada H+3 Lebaran di Terminal bus Cicaheum, menurut Jujun, sampai saat ini berlangsung lancar, aman, dan tertib. (Antara/faa)


Source : Newswire

Editor :

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.