Senin, 24 November 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

JUDY D. OLIAN : Saat krisis, orang berpendidikan lebih terhindar dari pemecatan

Editor   -   Rabu, 12 September 2012, 07:30 WIB

BERITA TERKAIT

JAKARTA: Dekan Sekolah Manajemen UCLA Anderson di Amerika Serikat, Judy D. Olian mengunjungi Jakarta untuk pertama kalinya guna menghadiri pertemuan dengan perhimpunan alumni UCLA Anderson asal Indonesia akhir pekan lalu (9/9/2012).Dia menekankan pentingnya pendidikan manajemen berkualitas tinggi dengan standar global untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bisnis berkesempatan mewawancarainya untuk mendalami peran pendidikan manajemen dalam pembangunan ekonomi.Bagaimana anda melihat situasi perekonomian dunia saat ini?Pertumbuhan ekonomi dunia melambat dan banyak faktor yang mempengaruhinya karena pasar-pasar utama di dunia yang semakin kompleks dan terhubung, termasuk ke Indonesia.Ilmu manajemen yang kami sampaikan dapat membantu mahasiswa memahami kompeksitas tersebut, guna merumuskan permasalahan dengan benar sehingga mereka diharapkan dapat menghadapi krisis dengan baik.Kami juga terus mempromosikan kesadaran global dan pemahaman bagaimana saling terhubungnya pasar-pasar itu. Disanalah pendidikan manajemen dapat berkontribusi.Dapatkah pendidikan manajemen tak hanya membantu memahami apa yang terjadi dalam perekonomian dan bisnis tapi juga mencari tahu langkah pemulihan dan peningkatan perekonomian?Tentu saja karena ada dua keuntungan utama saat mempelajari ilmu manajemen. Pertama, kita akan mendapatkan pemahaman yang mendalam terkait pasar dan organisasi.Kedua, kita akan lebih siap baik, sebagai pemimpin atau eksekutif, untuk menciptakan pertumbuhan dan mengatasi krisis.Program pendidikan MBA (master of business administration) mengajarkan kedua hal tersebut. Sebagian masalah utama yang kita hadapi saat ini adalah kurangnya pemahaman yang mendalam atas apa yang terjadi.Menurut saya, program MBA mengajarkan pemahaman tersebut dan melatih kepemimpinan.

Baik saat melewati masa-masa mudah untuk meningkatkan pertumbuhan maupun masa-masa sulit, saat mereka harus mendiagnosa permasalahan dan memimpin perusahaan melalui krisis.Sejauh ini, bagaimana anda melihat para pemimpin dunia menghadapi krisis dan mendiagnosa permasalahannya?Sulit men-generalisasinya karena kompleksitasnya. Tak hanya satu faktor yang menjadi masalah.Bagi pemerintahan sebuah negara, mereka harus menghadapi masalah kebijakan nasional, pergerakan nilai tukar, ekspor impor, dan lain-lain, yang telah menciptakan krisis sebesar ini.Tidak ada satu organisasi yang dapat menjawab isu ini sendiri.Mereka hanya menanggapi dan melakukan apa yang mereka bisa, tergantung kondisi yang mereka hadapi.Namun jelas ada beberapa pemimpin yang lebih baik dari yang lain. Mereka juga sering harus bekerja dengan keterbatasan atas apa yang dapat mereka lakukan.Masa-masa sulit ini juga telah membuat beberapa perusahaan besar menunda investasi dan menangkas belanja, sehingga mengurangi karyawan. Bagaimana menurut anda terkait keputusan tersebut?Sekali lagi, sulit untuk men-generalisasinya.Namun kadang mereka harus mengambil keputusan sulit untuk bertahan, baik dengan mengurangi beban usaha maupun mengurangi beban upah karyawan.Ada juga perusahaan yang menunda investasinya karena mereka menunggu hingga iklim bisnisnya membaik.Ini terjadi di seluruh dunia. Namun, ada juga beberapa perusahaan yang malah menjadikan masa sulit ini sebagaim momentum untuk berinvestasi.Bagi mereka yang kehilangan pekerjaannya, ini bukanlah soal apakah anda berpendidikan atau tidak, tapi lebih karena masalah krisis yang mendunia. Apakah menurut anda pendidikan, terutama manajemen bisnis, dapat membantu mereka di saat seperti ini?Sudah terbukti di AS, orang-orang yang lebih berpendidikan akan lebih terhindar dari pemecatan.Bahkan saat krisis, perlindungan paling aman dari kehilangan pekerjaan adalah pendidikan dan kemampuan khusus yang dapat meningkatkan nilai jual seseorang.Adapun bagi mereka yang kehilangan pekerjaan, masa transisi bagi mereka yang berpendidikan akan lebih pendek. Jadi, pendidikan benar-benar melindungi mereka di masa krisis.Bagaimana dengan di Sekolah Manajemen UCLA Anderson? Apakah anda mengajarkan para mahasiswa bagaimana cara menghadapi krisis?Kami menyediakan kerangka pemahaman untuk berhasil dalam menempuh permasalahan perekonomian dan bisnis.Ilmu kepemimpinan juga akan mengajarkan mereka bagaimana melihat kelebihan dan kekurangan yang mereka miliki.Selain itu, kami serius mengajarkan kerangka berpikir global.Orang-orang akan sadar bahwa ada banyak pasar yang beragam baik secara budaya di negara lain.Mungkin dengan mengalihkan fokus bisnis ke pasar lain akan menjawab tantangan krisis.Terakhir, kami memang mengajarkan manajemen krisis yang merupakan bagian dari kelas kepemimpinan, karena semua pemimpin pada saatnya akan menghadapi masa-masa krisis.Apakah anda punya contoh alumni UCLA yang berhasil mengatasi permasalahan bisnisnya sebagai pemimpin perusahaan?Ada banyak contoh, tapi saya tidak akan memberitahu nama orang-orangnya.Salah satunya adalah salah seorang direktur perusahaan multi-nasional yang menghadapi tuntutan penarikan produk besar-besaran, menyusul hasil investigasi parlemen. Mereka berhasil melaluinya dan tetap bertahan.Yang lainnya, adalah pemimpin perusahaan permainan yang menghadapi transisi permainan dari 'video game' ke 'online game'.Tantangannya terkait dengan masalah teknis dan permintaan yang berkurang. Namun, mereka dapat mengatasinya dan bertahan.Ada juga yang bergelut di industri real estat. Dia menghadapi krisis real estat yang besar beberapa tahun lalu.Para pemimpin perusahaan memutuskan untuk menunda investasi, tapi mereka kembali lagi saat iklim usahanya membaik.Setiap perusahaan punya masalah yang berbeda. Beberapa terkait masalah bisnis, sedangkan yang lain terkait masalah pasar.Mereka harus merumuskan permasalahannya dan solusi untuk mengatasinya. Kemampuan ini diajarkan di UCLA.Apakah anda punya beberapa contoh alumni UCLA yang berhasil membangun bisnisnya sendiri atau berwirausaha?UCLA berlokasi di California Selatan, di mana jiwa wirausaha dipupuk dan inovasi merupakan DNA-nya. Kewiraswastaan merupakan bagian dari identitas kami dan inti dari pengajaran.Kami mengajarkan bagaimana membangun bisnis dan kami dapat memberitahu anda banyak sekali bisnis yang telah dibangun alumni kami dan inovasi yang diciptakan mereka di perusahaan tempat mereka bekerja.Bagaimana anda melihat peran kaum muda, terutama yang telah menimba ilmu manajemen, dalam membangun perekonomian negaranya, seperti di Indonesia?Banyak alumni UCLA berasal dari Indonesia dan sebagian besar dari mereka masih muda.Saat ini lebih mudah bagi mereka karena kemajuan teknologi informasi telah merubuhkan batasan fisik untuk transfer informasi.Untuk berinovasi atau memulai bisnis, anda tidak membutuhkan modal yang besar.Ini kesempatan dan prospek yang cerah bagi mereka asal.Kami membantu mereka dengan ilmu manajemen karena pendidikan merupakan langkah awal untuk menjawab tantangan dan kesempatan yang ada. Dari sinilah mereka dapat memulainya.Apakah mungkin bagi mereka yang punya kendala finansial dapat belajar di UCLA?Tentu saja mungkin karena kami menawarkan beasiswa untuk memangkas biaya kuliah.Kami juga mendukung para alumni agar membantu membiayai mahasiswa-mahasiswa potensial dari negaranya masing-masing.Yang perlu diingat adalah biaya yang diperlukan untuk program MBA memang tinggi tapi setara dengan imbal hasil yang anda peroleh dalam karier dan bisnis anda.Saya sangat berharap lebih banyak orang Indonesia dapat belajar di UCLA.   (ra) 


Source : Ahmad Puja Rahman Altiar

Editor :

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.