Sabtu, 01 November 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

FILM MENGHINA NABI MUHAMMAD: Aksi demo Innocence of Muslims di Kedubes AS kembali rusuh

Bambang Sutejo   -   Senin, 17 September 2012, 20:28 WIB

BERITA TERKAIT

JAKARTA:  Ribuan orang yang tergabung dari massa Front Umat Islam sepakat mundur setelah menggelar aksi demonstrasi selama lebih dari empat jam di sepanjang Jl. Medan Merdeka Selatan yang beberapa kali diwarnai kerusuhan, hari ini (Senin 17/9/2012).

Aksi unjuk rasa ini membuat sepanjang jalan ditutup juga mematikan operasional busway Koridor II (Harmoni-Pulogadung). Sempat rusuh, beberapa kali pihak kepolisian melontarkan tembakan peringatan disertai penyemprotan gas air mata.

Dalam aksinya, pendemo menuntut sutradara film Innocence of Muslims dihukum mati, karena diangap telah menghina Nabi Muhammad SAW.

Terhimpun dalam FUI, massa dari Front Pembela Islam, Laskar Pembela Islam, dan Gerakan Reformasi Islam, sebelumnya berjalan kaki dengan tertib menuju Gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat. Namun, tiba-tiba kericuhan langsung terjadi saat massa mulai mendekati kantor kedutaan.

Sebelumnya sekitar 500 massa dari Hizbut Tahrir Indonesia mengadakan aksi serupa pada Jumat (14/9) lalu. Dalam aksinya hari ini (Senin 17/9/2012), HTI kembali memprotes keras keberadaan film tersebut, dengan menggelar demonstrasi secara tertib.

Terpantau sempat terjadi penimpukan batu oleh massa ke Kantor Balai Kota. Kepala Seksi Penertiban Satpol PP DKI Jakarta Darwis Silitonga mengatakan hal tersebut disebabkan adanya kesalahpahaman karena sebelumnya mobil pemadan kebakaran terparkir di depan pagar gedung.

Dalam aksinya, massa melakukan pembakaran ban di depan halaman Kedubes AS juga penghancuran beberapa pot bunga di sekitar kawasan. Massa sepakat mundur sekitar pukul 17.00 WIB setelah Kapolda Metro Jaya Irjen Untung S. Radjab berdiskusi dan meyakinkan pendemo bahwa pihak kepolisian akan menarik pasukannya.

Untuk mengatasi kerusuhan yang terjadi, Polda Metro Jaya mengerahkan ratusan aparat kepolisian untuk mengamankan Gedung Kedubes AS. Empat orang dari anggoota FPI telah diamankan karena ditemukan membawa senjata berbahaya seperti ketapel, kelereng, bom Molotov.

Wakil Kepala Polda Metro Jaya Brigjen Suhardi Alius membenarkan hal tersebut. "Benar ada empat orang yang sudah diamankan. Saat ini mereka sudah diamankan di mobil khusus dan dijaga ketat oleh polisi. Ini kan sudah tidak benar dan melanggar hukum. Kalau kedapatan lagi, akan kita tangkapin lagi," katanya.

Suhardi mengungkapkan ada sebanyak tujuh orang aparat kepolisian terluka ringan. Ketujuh polisi tersebut sudah diselamatkan dan diberikan perawatan medis. Sepajang berlangsungnya demonstrasi, pihak polisi membentuk barikade untuk menghalau demonstran tidak menghambur ke kawasan Gambir, Monas, juga kawasan lainnya.  (sut)


Editor : Sutarno

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.