Rabu, 23 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

FILM MENGHINA NABI MUHAMMAD: Politisi Jerman terbelah soal Innocence of Muslims

  -   Rabu, 19 September 2012, 12:40 WIB

BERITA TERKAIT

JAKARTA: Para politisi di Jerman mengungkapkan pendapat yang berbeda tentang larangan pemutaran film “Innocence of Muslims” oleh kelompok sayap kanan di Berlin.Jerman harus melarang penayangan film tersebut, kata Wolfgang Bosbach dari Partai Kristen Demokrat kepada stasiun radio Jerman Bayerischer Rundfunk, Senin pagi (17/9/2012).“Kita tidak berurusan dengan lubang hukum di sini, karena bahkan kebebasan berekspesi dan kebebasan artistik ada batasnya,” kata Bosbach, pakar urusan dalam negeri.Bosbach menambahkan, kelompok yang ingin menayangkan film itu ingin menyulut kerusuhan sehingga “mereka bisa berkata, 'Lihat, begitulah Muslim yang sesungguhnya. Mereka semua brutal.'”Menteri Dalam Negeri Hans-Peter Friedrich dan Menteri Luar Negeri Diego Westerwelle sudah mengatakan bahwa mereka menentang pemutaran film itu.Dalam wawancaranya dengan Deutsche Welle hari Ahad (16/9/2012), Wakil Ketua Partai Pro Deutschland (Pro Jerman) Alfred Dagenbach agak sedikit mengelak. Dia mengatakan, partainya –yang mengundang Terry Jones pendeta asal Florida, Amerika Serikat, pelaku pembakaran al-Qur`an datang ke Berlin– belum membuat keputusan akhir apakah akan mempertontonkan film itu atau tidak.Dagenbach mengatakan bahwa “orang seharusnya tidak ikut-ikutan, antara lain karena menurut saya video itu sangat primitif seperti halnya penggambaran Kristen yang kita lihat datang dari dunia Arab.”Para politisi dar Partai Hijau dan Social Demokratik setuju bahwa film tersebut “hambar”, tetapi mereka tidak ingin pemerintah melarang penayangannya.Film itu tidak mengandung “konten ilegal,” kata sekretaris parlemen dari Partai Hijau Volker Beck kepada koran Tageszeitung pada hari Senin, seperti dikutip Deutsche Welle (17/9/2012) dan hidayatullah.Namun, meurut Menteri Kehakiman Sabine Leutheusser-Schnarrenberger dari partai liberal FDP, masyarakat Jerman harus berdiri menentang para provokator anti Islam.“Mereka yang merendahkan agama kepercayaan orang lain seperti ini dengan menggunakan kebebasan berekspresi (sebagai alasan) jelas-jelas bertujuan untuk provokasi,” kata Leutheusser-Schnarrenberger kepada Passauer Neuen Presse, Senin (17/9/2012), dikutip Deutsche Welle.Sebelumnya, Kanselir Jerman Angela Merkel sudah menegaskan bahwa negaranya tidak akan mengizinkan pendeta Terry Jones masuk ke negaranya untuk menghadiri penayangan film “Innocence of Muslims” yang akan digelar oleh Partai Pro Deutschland (Pro Jerman).(api) 


Editor :

Berlangganan Epaper Bisnis Indonesia Cuma Rp10 Juta Seumur Hidup, Mau? Klik disini!
 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.