Rabu, 23 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

PILKADA DKI: Keok di putaran pertama, FOKE-NARA optimis tunggu hasil kedua

Editor   -   Kamis, 20 September 2012, 11:49 WIB

BERITA TERKAIT

JAKARTA: Meskipun kalah suara pada Pilkada Putaran Pertama lalu, pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut satu Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli menyatakan tetap optimis menunggu hasil suara Pilkada Putaran Kedua, Kamis (20/9)."Ya tetap optimis. Harapan saya agar putaran kedua ini berjalan lancar sesuai dengan harapan warga Jakarta, dan kedua pasangan. Agar berjalan dengan transparan, jurdil, bebas, rahasia," kata Fauzi usai menggunakan hak suaranya di Tempat Pemungutan Suara 001, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat.Menurutnya Jakarta membutuhkan yang terbaik, siapapun yang menjadi pemenang. Fauzi mengatakan sejauh ini kondisi keamanan selama masa pencoblosan berlangsung aman.Terkait prediksi hasil suara, Fauzi mengatakan masih ada waktu tiga jam untuk memilih dan akan menunggu tahapan ini selesai. "Kalau prediksi tanya ke ahli nujum, bukan kepada saya," ujar Fauzi.Usai menggunakan hak pilihnya di TPS 29  di Jalan Batu Ampar II, Keluarahan Batu Ampar, Condet, Jakarta Timur, Nara (panggilan akrab Nachrowi) turut mendampingi Fauzi melakukan pencoblosan sekitar pukul 10.30 WIB.Dirinya merasa optimis untuk memenangkan pilkada putaran kedua ini. Seandainya hasil tidak sesuai dengan harapan, Nara mengatakan sudah siap. "Tapi kita lebih siap lagi kalau kita terpilih. Yg penting kita sudah usaha. Terus bedoa, dan tidak boleh takabur," katanya. (arh)

 

 

 


Source : Fatia Qanitat

Editor :

Berlangganan Epaper Bisnis Indonesia Cuma Rp10 Juta Seumur Hidup, Mau? Klik disini!
 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.