Selasa, 02 September 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

FILM MENGHINA NABI MUHAMMAD: Ternyata berita bioskop terbelah karena putar Innocence of Muslims hoax

  -   Minggu, 23 September 2012, 09:56 WIB

BERITA TERKAIT

JAKARTA: Ternyata, kabar berita yang menyebutkan adanya bioskop di AS yang terbelah setelah memutar film Innocence of Muslims yang disertai foto bioskop yang bersangkutan adalah hoax.Gambar tersebut diambil dari sebuah gedung yang hancur akibat gempa tahun lalu di Cile.Foto yang sebenarnya terpasang di situs http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2011/01/110102_chilequake.shtml.Februari tahun lalu, gempa dahsyat berkekuatan 8,8 skala richter menghantam kawasan yang sama mengakibatkan kerusakan parah dan menewaskan lebih dari 400 orang.Saat itu, sebuah gempa bumi berkekuatan 7,1 skala richter dengan kedalaman 17km mengguncang pesisir Cile Tengah dekat kota Temuco sekitar 600km di barat daya ibukota Santiago.Ratusan orang yang mendiami kawasan pantai langsung menuju ke dataran tinggi karena khawatir terjadi tsunami.Hingga kini Cile masih membangun berbagai infrastruktur di sejumlah kota pesisir yang hancur akibat gempa dan tsunami yang terjadi tahun lalu.Sebelumnya, Kantor Berita Shabestan dengan menukil dari kantor pemberitaan Bratha News, berita-berita yang telah dikonfirmasi dan sumber-sumber informasi menyatakan: sebuah bangunan bioskop di Florida yang rencananya akan menayangkan film penghina Rasulullah Saw, telah terkena gempa, dimana masalah ini telah menyebabkan bangunan ini longsor dan terbelah menjadi dua.Para warga di kawasan ini heran dengan peristiwa ini, karena gempa ini hanya terjadi di bagian tempat bioskop ini berada, dan seluruh kawasan kota di negara bagian Florida Amerika ini tidak mengalami kerugian apapun.(api) 


Editor :

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.