Jum'at, 25 Juli 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

TAWURAN SMA 70: Tersangka FR Akan Dijerat Pasal Pembunuhan

Saeno   -   Kamis, 27 September 2012, 19:34 WIB

BERITA TERKAIT

JAKARTA: Setelah tertangkap di Yogyakarta, FR, tersangka pembacokan murid SMAN 6 Jakarta, Alawy Yusianto Putra, bakal dijerat pasal pembunuhan, karena pelaku bukan kategori anak-anak.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jakarta Selatan AKBP Hermawan mengutarakan bahwa dari investigasi awal FR berusia 19 tahun, sehingga bukan kategori anak-anak. Polisi bakal menjerat murid SMAN 70 itu pasal pidana umum.

"Pelaku itu si FR kelahiran 1993. Pelaku artinya sudah bukan anak-anak lagi. Dengan demikian, kami bisa menggunakan pasal KUHP," ujarnya hari ini (Kamis 27/9/2012).

Dalam Undang-Undang Perlindungan Anak, definisi anak-anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan.

Hermawan memastikan FR yang ditangkap polisi memang murid SMAN 70, seperti yang sudah diberitakan selama ini. FR ditangkap Tim Reskrim Polres Jakarta Selatan Rabu malam (26/9/2012), di Yogyakarta, setelah dalam pelarian selama tiga hari.

FR dituduh melakukan pembunuhan terhadap Alawy saat tawuran antara pelajar SMAN 6 dan SMAN 70 Jakarta. FR kabur setelah melakukan penusukan Alawy pada Senin siang (24/09) di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan

Menurut keterangan kepolisian, FR pernah memiliki catatan kriminal tawuran yang mengakibatkan nyawa melayang.

Namun, waktu itu gugatan dari pelapor tanpa ada keterangan yang jelas. Selain itu, FR sempat tinggal kelas dua kali. (sut)


Editor : Sutarno

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!.
 

THR dari Bisnis Indonesia: Berlangganan ePaper seumur hidup hanya Rp10 juta. Terbatas hingga 31 Juli, klik DI SINI!.

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.