Senin, 28 Juli 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

DAHLAN ISKAN VS DPR: Yang Minta Duit Dari Mekkah itu Bukan Saya, kata Nusron Wahid. Apakah Anda Percaya?

Ahmad Kusumadijaya   -   Jum'at, 09 November 2012, 17:25 WIB

BERITA TERKAIT

JAKARTA--Ada enam nama anggota DPR yang disebutkan terus menerus menagih uang ke BUMN. Begitu kata Menteri BUMN Dahlan Iskan. Bahkan ketika anggota DPR tersebut pergi ke Mekah, kata Dahlan, "Dari Mekah menelepon Dirut BUMN; mana uangnya... belum masuk." Hal itu diceritakan Dahlan kepada para pemimpin redaksi, Kamis (8/11/2012).Siapakah anggota DPR yang menunaikan ibadah haji tahun ini? Berdasarkan catatan Bisnis, jumlah anggota Dewan yang berangkat itu dari Komisi VIII sebanyak 28 orang untuk pengawasan haji, Komisi IX (empat orang) untuk pengawasan bidang kesehatan, Komisi V (lima) untuk bidang transportasi haji.Selain itu, ada juga dari komisi lainya yang jumlah satu sampai dua orang anggota DPR.Anggota Komisi VI DPR Nusron Wahid ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa: "Bukan. Dahlan sudah konfirmasi dan statement tidak ada nama saya," katanya melalui pesan BlackBerry Messenger kepada Bisnis hari ini, Jumat (9/10/2012).Ketua Umum PP GP Ansor itu kemudian menyampaikan pesan Dahlan: "Bung Nusron, dari nama-nama yang ada di saku saya yang sekarang dihebohkan sebagai yang minta jatah ke BUMN itu tidak ada nama sampeyan. SMS yang berisi inisial yang sedang beredar itu bukan dari BUMN. Mungkin dari pabrik kebohongan politik.  Salam saya. Dahlan Iskan."Nusron menjelaskan bahwa selama di Mekah ia tidak ada telepon ke pihak-pihak Indonesia kecuali pengurus Ansor dan keluarga. "Bukan dan tanyakan saja ke Telkomsel (kayak KPK aja).He he he." Begitu ia mengirimkan pesannya. (LN) 


Editor :

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!.
 

THR dari Bisnis Indonesia: Berlangganan ePaper seumur hidup hanya Rp10 juta. Terbatas hingga 31 Juli, klik DI SINI!.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.