Rabu, 17 September 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

LEDAKAN PENDUDUK: Mengancam RI Bila Program KB Gagal

Adhitya Noviardi   -   Kamis, 15 November 2012, 08:24 WIB

BERITA TERKAIT

JAKARTA--Ledakan pendudukan kini bukan hanya sekada ancaman, tapi sudah menjadi kenyataan. Bila program revitalisasi keluarga berencana (KB) tidak berhasil, maka dikhawatirkan pertumbuhan penduduk yang tinggi akan terjadi di Indonesia.

Berdasarkan hasil sensus 2010, jumlah penduduk Indonesia berjumlah 237,4 juta jiwa, dan kalau tidak diperhatikan  akan meledak menjadi 350,5 juta jiwa pada 2050.

“Kita harus menggerakkan kembali keberhasilan program KB seperti dulu. Bila tidak, kondisi kependudukan di Indonesia semakin gawat,” ungkap Subagyo, Plt Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencan (BKKBN), di sela-sela Peluncuran Laporan Situasi Kependudukan Dunia Tahun 2012 di Jakarta, Rabu (14/11).

Menurutnya, masalah yang dihadapi program KB saat ini a.l. karena minimnya trenaga penyuluh lapangan keluarga berencana (PLKB) di seluruh Indonesia. “Pada masa Orde Baru angka PLKB mencapai sekitar 50.000 orang. Saat ini tinggal separuhnya hanya 21.000 orang,” ujar Subagyo.

Untuk itu, lanjutnya, semua pihak hendaknya bekerja sama bergandengan tangan, agar ledakan penduduk  tidak terjadi di negeri ini.

Sementara itu Ketua Yayasan Kesehatan Perempuan Ninuk Widyantoro mengatakan BKKBN beberapa tahun belakangan ini cukup banyak melakukan beragai perubahan, termasuk mengubah mindset agar KB menjadi suatu kebutuhan.

Namun, dana untuk memberikan informasi soal KB secara komprehensif masih sangat minim. Selain itu kurangnya SDM yang bisa memberikan konseling, mengakibatkan kaum perempuan kehilangan haknya untuk mendapatkan informasi yang utuh, akibatnya pilihan kontrasepsi yang dipakai tidak tepat, dan tidak sesuai dengan kondisi tubuhnya.

“Misalnya efek hormonal dari kontrasepsi, seharusnya dipastikan cocok untuk akseptor. Selama ini yang dilatih BKKBN hanya dokter dan bidan saja, padahal pelatihan konseling juga sangat penting. Kita jangan meremehkan pemberdayaan melalui informasi dan konseling,” ungkapnya.

Menurut Ninuk, perempuan seolah masih menjadi satu-satunya target program KB, bahkan 90% wanita masih menjadi sasaran KB.  (if)


Editor :

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Dapatkan data Neraca, Reksa Dana, Waran, Swap, Valas, Obligasi, dan Saham. Klik disini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik disini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.