Rabu, 23 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

KURIKULUM SD: Penyederhanaan Kurikulum Harus Lihat Kesiapan Guru

Editor   -   Minggu, 18 November 2012, 22:57 WIB

BERITA TERKAIT

SEMARANG :  Rencana pemerintah mengintegrasikan pelajaran IPA-IPS dalam pelajaran lain di sekolah dasar harus disertai penyiapan guru.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Semarang,  Ngasbun Egar mengatakan , pihaknya mengapresiasi rencana pemerintah untuk menyederhanakan kurikulum, namun harus melihat kondisi riil yang ada.

"Ingat, guru SD harus disiapkan menjalankan kebijakan itu. Sebab, selama ini mereka terbiasa mengajarkan IPA dan IPS sebagai pelajaran tersendiri," katanya di sela memantau lomba  untuk memperingati HUT PGRI di Semarang, Minggu (18/11/2012)

Menurut Wakil Rektor I IKIP PGRI Semarang itu selama ini, muatan kurikulum yang dibebankan pada anak-anak sekolah memang terlampau berat.  

“Kami menyadari itu dan mengapresiasi jika kurikulum mau disederhanakan, namun harus ada kajian secara mendalam," katanya.

Kajian mendalam dalam penyederhanaan kurikulum, kata dia, perlu dilakukan agar tidak salah langkah, misalnya integrasi IPA-IPS dalam pelajaran lain yang justru membuat substansi pelajaran tersebut menjadi hilang.

"Jangan sampai nantinya guru tidak siap dengan kebijakan itu atau malah menyulitkan. Akhirnya, muatan IPA dan IPS yang seharusnya terintegrasi pelajaran lain tidak diajarkan karena guru merasa kesulitan," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, guru-guru SD harus disiapkan terlebih dulu sebelum kebijakan tersebut diterapkan sehingga mereka bisa melaksanakan kebijakan itu secara maksimal dan hasil pembelajaran yang dicapai juga optimal.

"Sebelum kurikulum baru diterapkan, harus ada jaminan 100 persen perangkatnya siap. Perangkat yang terpenting adalah guru yang menjalankan kurikulum. Kalau gurunya siap, maka kurikulum akan berjalan bagus," katanya.

Ia menilai, pengintegrasian IPA-IPS dalam pelajaran lain memungkinkan diterapkan di SD karena sistem pengajaran guru masih terbagi guru kelas, belum seperti guru-guru setiap pelajaran seperti jenjang SMP dan SMA.

Kalau untuk pembelajaran di SMP yang sudah membagi guru pelajaran, seperti IPA dan IPS, kata dia, tentu pengintegrasian IPA-IPS berjalan lebih sulit sebab akan ada guru IPA dan IPS yang tidak kebagian jam mengajar.

"Sebenarnya itu (pengintegrasian IPA-IPS, red.) untuk SD memungkinkan. Hanya saja, guru-gurunya perlu disiapkan terlebih dulu secara matang. Jangan sampai mereka kaget dengan perubahan pola mengajar itu," kata Ngasbun. (Antara/Endot Brilliantono)


Source : Newswire

Editor :

Berlangganan Epaper Bisnis Indonesia Cuma Rp10 Juta Seumur Hidup, Mau? Klik disini!
 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.