Rabu, 23 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

JOKOWI keberatan besaran subsidi tarif MRT

Editor   -   Kamis, 22 November 2012, 21:47 WIB

BERITA TERKAIT

JAKARTA: Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengeluhkan besaran subsidi yang harus ditanggung pemda dalam membiayai tarif mass rapid transit (MRT) nantinya.Dalam hitungan yang dipaparkan oleh PT MRT Jakarta, terang Jokowi, besaran tarif yang dihitung akan mencapai Rp38.000 untuk satu penumpang. Melalui subsidi pemerintah, maka bisa ditekan mencapai Rp10.000/penumpang."Yang disubsidi lebih besar dari harga tiket yang diterapkan. Kalau misalnya 10, disubsidi tiga, itu wajar. Tapi kalau nilainya 10 yang disubsidi enam, itu besar sekali," kata Jokowi, Kamis (22/11/2012).Tapi, sambungnya, kalau pemerintah cuma mensubsidi Rp8.000, dengan harga tiket mencapai Rp30.000, siapa yang akan menggunakan moda transportasi publik tersebut.Oleh sebab itu, Jokowi akan terus memastikan bagaimana kemampuan MRT dalam melakukan return of investment, jenis sistem untuk meningkatkan jumlah penumpang, juga jenis perjanjian kerja sama yang dibangun dengan pihak Jepang.Sampai saat ini, Jokowi mengaku belum mendapatkan jawaban yang memadai terhadap pemaparan yang sudah diberikan oleh pihak MRT."Semua hal yang saya tanyakan itu kan ujung-ujungnya akan berdampak pada besaran tarif yang ditetapkan. Busway juga dapat subsidi yang tidak sedikit. Kalau semuanya mengandalkan dari subsidi, ya susah," tuturnya.  (ra)


Source : Fatia Qanitat

Editor :

Berlangganan Epaper Bisnis Indonesia Cuma Rp10 Juta Seumur Hidup, Mau? Klik disini!
 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.