Sabtu, 25 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

ANGKUTAN PUPUK: Pelindo III Bantu Kelancaran Distribusi Pupuk Indonesia Holding

Gajah Kusumo   -   Senin, 26 November 2012, 19:14 WIB

BERITA TERKAIT

SURABAYA: PT Pelabuhan Indonesia III mendukung upaya PT Pupuk Indonesia Holding Company dalam memperlancar proses distribusi pupuk bersubsidi di wilayah timur Indonesia. 

Direktur Utama Pelindo III Djarwo Surjanto mengungkapkan pihaknya akan menyiapkan pelayanan khusus jasa kepelabuhan dengan pola terjamin bagi distribusi pupuk milik PIHC. Pelindo III akan menjamin ketersediaan tambatan untuk kapal-kapal bermuatan pupuk. 

“Jadi, ketika kapal mereka datang, langsung bisa bersandar dan langsung kami layani tanpa harus menunggu, atau istilahnya windows system,” jelas Djarwo dalam keterangan tertulis yang diterima Bisnis hari ini, Senin  (26/11/2012) di Surabaya.

Dengan penerapan windows system, ucap Djarwo, Pelindo III telah meminta kepada PIHC untuk dapat memberikan jadwal kedatangan kapal secara lengkap.  Data kedatangan kapal itu nantinya digunakan Pelindo III untuk menyediakan alokasi dermaga untuk bertambat kapal-kapal pengangkut pupuk milik PIHC.

Menurut Djarwo, upaya Pelindo III dan PIHC ini terkait dengan upaya sinergi BUMN dalam mendukung program pemerintah terkait program ketahanan pangan nasional.  Selain itu, kerjasama kedua belah pihak diharapkan dapat menekan biaya logistik yang saat ini masih tergolong tinggi.

Kerjasama pelayanan jasa kepelabuhanan untuk pelayanan pupuk itu nantinya akan dilaksanakan di sebelas cabang Pelindo III, meliputi Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Pelabuhan Banjarmasin, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Pelabuhan Tanjung Wangi, seta Pelabuhan Tanjung Intan.

Di samping itu, layanan distribusi pupuk juga akan didukung oleh Pelabuhan Tenau Kupang, Pelabuhan Sampit, Pelabuhan Lembar Lombok, Pelabuhan Celukan Bawang Bali, Pelabuhan Bima, dan Pelabuhan Maumere.

Sementara itu, penggiat kemitraan dari sektor industri pupuk juga melibatkan PT Pupuk Kalimantan Timur , PT Pupuk Sriwijaya, dan PT Pupuk Petrokimia Gresik.

“Nantinya, pelayanan bongkar yang kami siapkan tergantung dengan keadaan masing-masing cabang, artinya masing-masing cabang bisa berbeda, bisa berbentuk pupuk curah maupun pupuk kemasan (inbag),” tambah Djarwo.

Direktur Utama PIHC Arifin Tasrif menargetkan sekitar 2,4 juta ton pupuk yang diproduksi akan memanfaatkan jasa pelabuhan yang disiapkan Pelindo III. Hingga kini, kapasitas produksi PIHC ditaksir mencapai 9 juta ton setiap tahun.

“Kami menyadari kerja sama ini sangat penting untuk menjamin kelancaran proses bongkar muat pupuk di pelabuhan,” katanya.

Menurut Arifin, pendistribusian pupuk bersubsdi ke depan tidak hanya menggandenga Pelindo III. PIHC juga akan meningkatkan kemitraan dengan Pelindo II dan IV. Di wilayah kerja Pelindo II, pupuk bersubsidi yang akan didistribusikan mencapai 1,3 juta ton, serta 800.000 ton melalui wilayah kerja Pelindo IV.

“Selama ini sebagian besar distribusi pupuk melalui angkutan laut, sebagian kecil lainnya diangkut menggunakan moda transportasi darat.  Hal itu lah yang menjadi salah satu latar belakang pelaksanaan kerja sama antara Pelindo III dan PIHC,” jelasnya. (sut)


Editor : Sutarno

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.