Rabu, 24 September 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

PILGUB JABAR: Aher-Deddy Mizwar Luncurkan 'Kancing Merah' Di Atas Kereta

Editor   -   Sabtu, 01 Desember 2012, 14:55 WIB

BERITA TERKAIT

JAKARTA--Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar meluncurkan logo 'Kancing Merah' atau dalam Bahasa Sunda 'Kancing Beureum' yang menjadi simbol keduanya untuk bertarung di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar 2013.Acara peluncuran dilakukan dengan cara unik, yaitu di atas kereta api jurusan Stasiun Gambir Jakarta menuju Stasiun Bandung, Sabtu pagi (1/12/2012).Direktur Media Center Aher-Deddy Mizwar Hersubeno Arief mengatakan pilihan kereta api sebagai tempat peluncuran logo ini menunjukkan komitmen pasangan ini untuk mendukung kendaraan massal yang prorakyat."Kancing merah ini sebagai simbol nasionalisme dan berdiri di atas semua golongan masyarakat Jabar," katanya di Jakarta, Sabtu (1/12/2012).Sementara itu, calon gubernur petahana Ahmad Heryawan mengatakan transportasi massal seperti kereta api merupakan pilihan nyaman warga Jakarta untuk menghabiskan akhir pekan di Bandung.Menurutnya, jalan tol Purbaleunyi yang menjadi urat nadi transportasi Jakarta-Bandung juga sudah cukup padat."Jika ke Bandung, sebaiknya pakai kendaraan umum seperti kereta api dan travel, setelah itu bisa menggunakan taksi atau kendaraan sewa," ujarnya.Pasangan Aher-Deddy Mizwar didukung oleh Partai Keadilan Sejahtera, Partai Hanura, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Bulan Bintang, dan 17 partai non-parlemen. (ija)


Source : Yanto Rachmat Iskandar

Editor :

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Berlangganan ePaper Bisnis dan Indonesia Business Daily bisa dengan PayPal. Klik disini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik disini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.