Kamis, 24 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

KREDIT MANDIRI: Penyaluran KUR di Sumsel Naik 40,4%

Dimas Priyanto   -   Senin, 17 Desember 2012, 18:01 WIB

BERITA TERKAIT

PALEMBANG – Bank Mandiri  mencatat penyaluran kredit usaha rakyat di Sumatra Selatan tumbuh 40,4% per November 2012 atau lebih tinggi dibanding  penyaluran yang dilakukan perusahaan secara nasional.

Realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di Sumsel mencapai Rp171 miliar atau tumbuh 40,4% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, yang diserap oleh sekitar 8.387 debitur yang sebagian besar petani.

Kepala Kantor Bank Mandiri Wilayah II Palembang Adang Joedanto mengatakan pencapaian program KUR di Sumsel tidak lepas dari program edukasi yang diberikan perusahaan terhadap pelaku usaha.

“Misalnya apa yang kami lakukan untuk petani karet, selain memberikan kredit kami juga memberikan bimbingan teknis bagaimana agar menghasilkan panen yang berkualitas tinggi,” katanya seusai  Penyerahan KUR dan Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) di Palembang hari ini, Senin (17/12/2012).

Dia mengatakan  secara wilayah, Sumsel mendominasi penyerapan KUR jika dibandingkan provinsi lain yang dinaungi Bank Mandiri Wilayah II. Adapun total  realisasi penyerapan KUR di Bandar Lampung, Padang, Jambi dan Palembang mencapai Rp399 miliar per November 2012.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Commercial & Business Banking Bank Mandiri Sunarso mengatakan daya serap kredit sangat responsif di Sumsel.

“Pertumbuhan pembiayaan UMKM Sumsel telah melebihi pertumbuhan kredit mandiri secara nasional. Hal tersebut menunjukkan bahwa yang dibutuhkan masyarakat itu adalah edukasi bukan advokasi,” katanya.

Bank Mandiri telah menyalurkan KUR hingga Rp10,37 triliun kepada lebih dari dari 207.000 debitur UMKM dengan tingkat NPL 2,24% sejak pertama kali diluncurkan pada Oktober 2007 lalu. Jumlah tersebut tumbuh 52,56% dibandingkan realisasi KUR pada November 2011 sebesar Rp6,79 triliun.

Bahkan, penyaluran KUR Bank Mandiri sepanjang Januari – awal Desember 2012 telah melampaui target sebesar 104,8% yang ditetapkan pemerintah untuk bank pelat merah itu sebesar Rp3,5 triliun dengan capaian Rp3,67 triliun.

Sunarso mengemukakan, penyaluran mayoritas ditujukan kepada sektor perdagangan dan pertanian yang masing-masing mencapai 51,7% dan 31,1% dari total penyaluran KUR Bank Mandiri 2012 kepada lebih dari 209.000 debitur.

Keberhasilan itu, tambah dia, merupakan hasil dari strategi perusahaan melalui pola linkage dan individual.

Penyaluran KUR pola linkage itu dilakukan kepada sektor pertanian dan nonpertanian, dengan melibatikkan perusahaan mitra sebagai pembimbing teknis dan pembeli hasil usaha dari petani plasma.

Dia mengatakan untuk Sumsel sendiri sudah ada dua perusahaan mitra yang akan membeli hasil panen petani , yaitu PT Satya Kisma Usaha dan PT Banyu Kahuripan Indonesia. Kedua perusahaan itu akan  menjadi inti dari 727 petani Koperasi Tiga Saudara dan Koperasi Tunas Baru yang mendapat pembiayaan KUR dari perseroan sebesar Rp41,85 miliar.

Dengan adanya pola linkage¸tambah Sunarso, petani memiliki jaminan pembelian atau pasar terhadap hasil usahanya sehingga mengurangi risiko gagal.  Pola itu telah menghasilkan kualitas KUR yang terjaga baik dengan angka non performing loan (NPL) berkisar 2,24%. (sut)


Editor : Sutarno

Berlangganan Epaper Bisnis Indonesia Cuma Rp10 Juta Seumur Hidup, Mau? Klik disini!
 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.