Rabu, 30 Juli 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

BLH SAMARINDA: 5 Perusahaan Tambang Buruk Pengelolaan Limbah dan Lingkungannya

Editor   -   Jum'at, 28 Desember 2012, 20:27 WIB

BERITA TERKAIT

SAMARINDA--Badan Lingkungan Hidup (BLH) Samarinda menilai ada lima perusahaan tambang batu bara di kota itu yang pengelolaan limbah dan lingkungannya buruk, sehingga empat perusahaan mendapat peringatan dan satu dihentikan operasinya. 

 

Empat perusahaan yang mendapat peringatan yaitu, CV Baratama Makmur, CV Shaka, PT Bukit Baiduri Energi, PT Graha Benua Etam dan PT Internasional Prima Coal. Sedangkan perusahaan yang dihentikan operasinya yakni PT Bara Energi Kaltim.

 

Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail mengatakan perkembangan pengelolaan limbah dan lingkungan oleh perusahaan tambang di Samarinda cukup membaik, karena tingkat kesadaran dan kepatuhan melakukan tambang sesuai aturan membaik dan dipengaruhi harga batu bara yang turun sehingga kegiatan tambang lesu. 

 

"Jumlah perusahaan tambang yang diberi peringatan oleh Pemkot Samarinda pada Desember 2012 berkurang dari bulan sebelumnya. Kali ini, tidak ada izin tambang yang dicabut karena mencemari lingkungan. Hanya satu perusahaan yang dihentikan operasinya," kata Nusyirwan, Jumat (28/12/2012).

 

Pemkot Samarinda mengatakan PT Bara Energi Kaltim dihentikan sementara karena telah diperingatkan tiga kali. Perusahaan itu belum reklamasi dan revegatasi pada lahan yang sudah mine out lebih dari satu bulan. Sama halnya dengan tiga perusahaan yang diperingatkan lainnya yaitu CV Baratama Makmur, CV Shaka dan PT Graha Benua Etam karena belum memantau kadar parameter baku air limbah dan uji kualitas udara secara rutin.

 

Selain itu, PT Bukit Baiduri Energi mendapat peringatan pertama oleh BLH Samarinda karena air limbah perusahaan tersebut keluar dari SP-12. Kondisinya keruh dan tanggul yang kurang tinggi sehingga kurang berfungsi dan dikeluhkan oleh warga sekitar.

 

"Kami berharap dengan evaluasi tambang batu bara ini, pada 2013 tidak ada lagi kasus pencemaran lingkungan. Langkah evaluasi ini rutin setiap sebulan sekali juga mendapat apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup agar dicontoh Badan Lingkungan Hidup daerah lain,” ujarnya.

 

Dia menambahkan untuk menciptakan dunia usaha yang tak merusak lingkungan, membutuhkan 75% ketegasan kebijakan dari kepala daerah.

 

Saat ini, terdapat 58 perusahaan tambang yang mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP) dari Pemkot Samarinda. Dari jumlah tersebut, terdapat empat perusahaan yang izinnya sedang dalam proses pencabutan yakni CV Rinda Kaltim Anugerah, CV Prima Coal Minning, CV Infraenergi Buana Utama dan CV Bumi Betuah. (K46)

 


Source : Muhamad Yamin

Editor :

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!.
 

THR dari Bisnis Indonesia: Berlangganan ePaper seumur hidup hanya Rp10 juta. Terbatas hingga 31 Juli, klik DI SINI!.

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.