Kamis, 21 Agustus 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

CUACA BURUK: Wisatawan di Pantai Carita dilarang berenang

Editor   -   Minggu, 30 Desember 2012, 02:07 WIB

BERITA TERKAIT

LEBAK: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Serang melarang wisatawan yang menikmati liburan tahun baru berenang di pesisir Pantai Carita, karena gelombangnya setinggi 2,5 meter."Kami mengimbau wisatawan tidak berenang di sekitar Pantai Carita, karena khawatir tersapu gelombang tinggi," kata Koordinator Unit Analis Cuaca BMKG Stasiun Serang Hariyadi saat dihubungi di Lebak, Sabtu (29/12).Ia menyebutkan, prakiraan tinggi gelombang di perairan Carita berkisar 0,7 meter sampai 2,5 meter dengan rata-rata kecepatan angin 30 kilometer per jam.Tiupan angin bergerak dari barat dengan kisaran tiga sampai 15 knot. Gelombang bergerak dari arah selatan dengan jarak pandang empat sampai delapan kilometer.Suhu udara pada siang hari berkisar antara 26 derajat sampai 32 derajat Celcius, sedangkan tingkat kelembaban berkisar 55%sampai 90%>Selama ini cuaca pesisir Pantai Carita yang berada di Perairan Banten Selatan memburuk, selain gelombang tinggi juga tiupan angin kencang.Ia mengimbau wisatawan dilarang berenang di pesisir Pantai Carita sampai Ujungkulon karena bisa membahayakan bagi pengunjung yang berenang di sekitar pantai itu.Pihaknya sudah menyampaikan cuaca buruk tersebut kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah, pemilik hotel, tempat pelelangan ikan dan kesyahbandaran.Penyampaian cuaca buruk tersebut agar masyarakat waspada untuk menghindari korban jiwa. "Kami minta wisatawan sebaiknya tidak berenang di Pantai Carita karena mengancam keselamatan pengunjung," katanya. (Antara/Bsi)


Source : Newswire

Editor :

 

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.