Kamis, 24 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

PERBATASAN ENTIKONG: Masyarakat Entikong Tak Lagi Dibatasi Belanja Hanya 600 Ringgit Malaysia

Editor   -   Rabu, 30 Januari 2013, 13:04 WIB

BERITA TERKAIT

ENTIKONG, Kalbar--Masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan Kecamatan Entikong, Sekayam, Balai Karangan, Baduai, Kandayan dan Tanap di Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat sekarang tak dibatasi lagi dalam berbelanja maupun dalam memenuhi keperluan hidup lainnya.

Karena pembatasan belanja 600 ringgit Malaysia yang dulu dibuat pemerintah tidak efektif, dimana selalu saja ada sela untuk belanja sebanyak-banyaknya yang dilakukan masyarakat, yang kemudian barang belanjaan tersebut didagangkan kembali di daerah-daerah lain di Kalbar.

Menurut Rahman, kenapa dibatasi dengan 600 ringgit, sekarang sepertinya sudah bebas, mau belanja berapapun asalkan membayar cukai atau pajak ke pemerintah. Malah target pendapatan cukai pemerintah bisa terus ditingkatkan.

"Dengan begitu tak ada lagi perbedaan antara pedagang dan masyarakat. Masyarakat pun terbantu bila ingin usaha perdagangan yang dibelinya dari Tebedu Malaysia," tutur Rahman kepada Bisnis di Entikong Kabupaten Sanggau, Kalbar, Rabu (30/1/2013).

Dengan bermodal kartu Pos Lintas Batas (PLB) masyarakat perbatasan kini bebas keluar masuk Entikong dan Tebedu (Serawak) untuk keperluan berbelanja, pendidikan dan kesehatan.

Selain kartu PLB, bisa juga mengandalkan paspor untuk keluar masuk Entikong - Tebedu (Serawak).

Pantauan Bisnis di Entikong, taraf ekonomi masyarakat perbatasan semakin baik sejak 'dibebaskannya' perdagangan itu.

Rumah-rumah semakin banyak yang bagus ketimbang setahun lalu. Bahkan jumlah penginapan atau losmen mulai bertambah, pedagang-pedagang baru pun bermunculan di sana.

Diperkirakan, Entikong bakal menjadi kota baru di Kalbar dan tumbuh pesat akibat dampak bersebelahan dan bertetangga dengan Serawak, Malaysia.

"Semakin membaiknya ekonomi masyarakat dan pesatnya perdagangan, honor karyawan yang kerja di pedagang-pedagang pun besar-besar, malah ada seorang karyawan penjaga gudang di Entikong bergaji Rp5 juta per bulan," ungkap Rahman.

Dari dampak ekonomi yang diberikan Serawak ke masyarakat Entikong dan Kecamatan lainnya di Kabupaten Sanggau tentu saja menguntungkan masyarakat Indonesia diperbatasan itu.

Selain itu, dari sisi jarak juga lebih dekat ke Kota Kuching (hanya 1 jam) ketimbang ke Kota Kabupaten Sanggau (2 jam) dan ke Pontianak (4 - 6 jam), serta beragam fasilitas kehidupan mereka bisa dapatkan di Kuching.

Bahkan bila ingin berpergian kemanapun, bisa mereka dilakukan melalui Bandara Kuching International.

Maka tak aneh, semua kebutuhan hidup masyarakat perbatasan di Kabupaten Sanggau itu diandalkan dari Serawak meskipun mereka tinggal di wilayah merah putih.

Sementara kantor instansi pemerintah RI di Entikong khususnya kantor Bea dan Cukai saat ini jauh lebih memadai dan terlihat mentereng. Dari sisi keamanan, instansi dan masyarakat setempat tetap di back up pos batas TNI Rajawali Kodam XII Tanjungpura. (K46) (Foto: JibiPhoto/Odie Krisno)


Source : Odie Krisno

Editor : Wiwiek Dwi Endah

Berlangganan Epaper Bisnis Indonesia Cuma Rp10 Juta Seumur Hidup, Mau? Klik disini!
 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.