Selasa, 02 September 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

KORUPSI SIMULATOR SIM: KPK panggil lagi 10 orang saksi

  -   Jum'at, 01 Februari 2013, 10:13 WIB

BERITA TERKAIT

JAKARTA: Komisi Pemberantasan Korupsi kembali memeriksa saksi-saksi dalam mengungkap kasus dugaan tindak pidana korupsi simulator SIM di Korlantas Polri.


Pada hari ini (01/2/2013), KPK akan memeriksa 10 orang saksi yaitu ada yang berprofesi sebagai notaris, swasta, dan pensiunan PNS Polri.


Kesepuluh saksi itu adalah Erick Malingkay, Buntario Darmawa NG, dan Merryana Suryana sebagai notaris. Dari pihak swasta yaitu Saroyini Wulan Rahayu Salib, Slamet Wiryodiharjo Salib, Encep, Eva Susilo Handayani, William Jusman, dan The Jok Tung.


Sementara itu, satu orang yang merupakan pensiunan PNS Polri yang diperiksa sebagai saksi adalah Mudjihardjo. Kesepuluh saksi itu akan diperiksa pada hari ini mulai pukul 09.30 WIB.


KPK telah menetapkan mantan Gubernur Akpol dan Kepala Korlantas Polri Djoko Susilo sebagai tersangka dalam kasus simulator SIM.


Djoko Susilo batal diperiksa pada pekan lalu dengan alasan sakit. Djoko Susilo juga dijerat dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam kasus simulator SIM di Korlantas Polri Djoko Susilo.


Komisi antikorupsi telah menetapkan mantan Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Kepolisian RI, Inspektur Jenderal (Pol) Djoko Susilo, sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pencucian uang. Sebelumnya, Djoko telah menjadi tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait proyek simulator ujian surat izin mengemudi (SIM) di Korlantas Polri.


KPK menjerat Djoko dengan pasal TPPU, yakni pasal 3 atau Pasal 4 UU No. 8/2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang, kemudian pasal 3 ayat 1 dan atau pasal 6 ayat 1 UU No. 15/2002 tentang tindak pidana yang sama.


Penetapan tersebut berdasarkan peningkatan proses penyidikan KPK dengan penerapan UU tindak pidana pencucian uang (TPPU), melalui penyidikan aset milik tersangka, sekaligus menetapkan Djoko sebagai tersangka resmi pada 9 Januari 2013. (arh)


Editor : Aprika Rani Hernanda

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.