Kamis, 28 Agustus 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

PAUS BENEDICTUS MUNDUR: Kilat Besar Menyambar Vatikan, Pertanda Tuhan Marah?

Ajijah   -   Selasa, 12 Februari 2013, 17:12 WIB

BERITA TERKAIT

Dunia masih dikejutkan oleh pengumuman pengunduran diri Paus Benedictus XVI pada Senin (11/2/2013). Kota Vatikan sendiri, selain shock dengan pengumuman tersebut, juga dikejutkan oleh kilat besar yang menyambar Vatikan sesaat setelah Paus Benedictus XVI, 85, mengumumkan pengunduran dirinya.

 
Pada hari yang sama, tepatnya seusai Paus mengumumkan mundur, sebuah kilat besar menyambar kubah Basilica St.Peter yang berumur lebih dari 500 tahun. Kilat tersebut menyambar selama terjadinya badai yang mengepung Roma.
 
Dikutip dari laman Daily Mail, Selasa (12/2/2013), pengumuman Paus Benedictus XVI sangat mengejutkan dunia, di tengah rumor tentang kesehatannya selama beberapa tahun terakhir ini.
 
Tak hanya Daily Mail, ternyata sejumlah media besar lainnya, di antaranya BBC dan Mirror, ikut menyoroti kemunculan kilat besar tersebut.
 
Media yang berbasis di Inggris tersebut menyebut apakah kilat besar tersebut sebagai sebuah pertanda dari Tuhan. Kilat tersebut menyentuh kubah St. Peter, yang menjadi salah satu gereja tersuci umat Katolik.
 
New York Post bahkan menyebut, kilat tersebut sebagai pertanda bahwa Tuhan tidak senang dengan keputusan pengunduran diri Paus.
 
Sebuah pertanda Tuhan yang tidak biasa untuk Vatikan. Akibat kilat tersebut, 16 tempat lilin dari marmer rusak. Cuaca buruk hari itu juga sudah merusak ornamen milik Vatikan lainnya, termasuk patung-patung dan jubah tangan milik Paus Alexander VII.
 
“Hujan besar dan kilat di sekitar Vatikan Roma, pertanda yang jelas bahwa Tuhan sedang marah #pope,” kata seorang pengguna Twitter, @MrMeldon, mengomentari. (ija) foto: EPA

Editor : Ajijah

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.