Rabu, 22 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

PEREKONOMIAN JEPANG: Cuaca dingin pengaruhi konsumsi warga

R Fitriana   -   Rabu, 13 Februari 2013, 10:07 WIB

BERITA TERKAIT

JEPANG—Perekonomian Jepang diperkirakan memasuki resesi ketiga dalam lima tahun kuartal terakhir, karena cuaca dingin yang mendorong konsumsi masyarakat menjadi lebih tinggi.

Kondisi tersebut akan memperkuat kampanye Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe yang akan menghidupkan kembali pertumbuhan ekonomi lokal.

Data produk domestik bruto negara itu kemungkinan akan menunjukkan ekspansi tahunan sekitar 0,4% dalam tiga bulan hingga Desember mendatang, demikian perkiraan hasil survei dari 32 ekonom.

Bahkan, kalangan perbankan termasuk JPMorgan Chase & Co dan Citigroup Inc menaikkan perkiraan mereka dari kontraksi bulan ini setelah mengukur angka kenaikan konsumsi.

Sementara itu, tantangan Shinzo Abe adalah mendorong pemulihan ekonomi yang berkelanjutan saat dia berusaha untuk mengakhiri deflasi melalui tindakan yang lebih agresif melalui Bank of Japan.

Pementara itu, survei Bloomberg News menyebutkan belanja konsumen kemungkinan naik 0,5% di Jepang pada periode Oktober-Desember 2013, dari kondisi tiga bulan sebelumnya.

 Indeks The Cabinet Office’s Synthetic Consumption juga memperkirakan pengeluaran pribadi akan naik di kuartal ini.

Dicontohkan penjualan pakaian di Uniqlo (peritel pakaian terbesar di Jepang) naik 13,7% pada November dan 4,5% pada Desember 2012 dikarenakan suhu udaranya lebih rendah, sehingga mendorong permintaan pakaian.

 Suhu rata-rata di Tokyo saat ini, berada di bawah rata-rata 30-tahun terakhir pada 26 hari dari 30 hari di November lalu dan 24 dari 31 hari di bulan Desember 2012. (Bloomberg/tri).  


Source : Bloomberg

Editor : Other

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.