Jum'at, 18 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

KASUS PERKOSAAN INDIA: Sopir bus Jyoti Singh Pandey bunuh diri

R Fitriana   -   Senin, 11 Maret 2013, 10:20 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA—Sopir bus tempat seorang wanita India diperkosa beramai-ramai hingga tewas oleh 5 pria sekitar 3 bulan lalu, melakukan bunuh diri di penjara Tihar New Delhi, Senin (11/3).

Ram Singh, sang sopir menjadi tertuduh utama selain 5 pria geng pemerkosa diadili karena serangan terhadap seorang wanita 23 tahun di dalam bus hingga akhirnya tewas beberapa hari kemudian di rumah sakit.

Saluran televisi CNN-IBN mengatakan Singh melakukan gantung diri di selnya dengan pakaiannya sendiri.

Sementara itu, pengacara sang sopir, V.K Anand, menegaskan yang bersangkutan melakukan bunuh diri, tapi tidak memberikan rincian peristiwanya.

“Dia tahu dia akan mati pula karena kami memiliki dan masih memiliki sebuah kasus yang kuat terhadap dirinya,” kata kakak lelaki korban perkosaan, seperti dikutip Reuters, (11/3/2013).

Persidangan kelima pria pemerkosa dewasa itu dimulai di pengadilan jalur cepat khusus pada bulan lalu, sedangkan sidang untuk pemerkosa yang berusia masih remaja mulai pekan lalu.

Aparat kepolisian setempat menuduh enam orang menyerang wanita dan kekasihnya di dalam bus saat pasangan itu kembali ke rumah usai menonton film pada 16 Desember 2012.

Wanita itu berulang kali diperkosa dan disiksa dengan batang logam dan pasangan itu juga dipukuli sebelum keduanya dilemparkan ke jalan hingga dua minggu kemudian Jyoti Singh Pandey, meninggal dunia karena lukanya.  (ra)


Source : Reuters

Editor : Other

 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.