Jum'at, 31 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

JOKOWI Resmikan Kantor Cabang Bank DKI di Kota Solo

M. Taufikul Basari   -   Sabtu, 16 Maret 2013, 23:26 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, SOLO. Pagi ini, Minggu (16/03) Gubernur Jakarta Joko Widodo akan ikut meresmikan pembukaan kantor cabang PT Bank DKI di kota Solo, Jawa Tengah.

Pembukaan cabang Bank DKI ini menambah konektivitas dua kota setelah Jokowi--nama populer Joko Widodo--naik sebagai gubernur Jakarta. Pemprov DKI Jakarta adalah pemegang 99,86% saham bank tersebut.

Bank yang pernah menyandang nama PT. Bank Pembangunan Daerah Djakarta Raya ini tercatat telah membuka dua cabang di luar Jabodetabek, yakni Surabaya dan Solo.

Sejalan dengan dibukanya cabang Bank DKI yang terletak di Jl. Slamet Riyadi ini maka bank milik pemerintah daerah Jakarta itu kini mengoleksi 202 jaringan kantor.

Dalam rilisnya mereka menyebut alasan pembukaan cabang di Solo bukan karena faktor Jokowi, melainkan pasar usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Kota yang bernama resmi Surakarta itu adalah kota perdagangan dan ekonomi yang didukung oleh kehadiran lebih dari 6.000 unit usaha.

Jokowi sendiri terkenal dengan upayanya yang serius menata kegiatan pedagang kaki lima (PKL) di kota yang berbatasan dengan Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Boyolali. Pemindahan PKL disertai dengan kirab prajurit keraton.

Selain Jokowi, rencananya pembukaan akan dihadiri pula oleh Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo, Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono, Ketua DPRD DKI Jakarta Ferial Sofyan, dan jajaran perwakilan Bank Indonesia.


Editor : Other

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.