Sabtu, 19 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

Tingkatkan Mutu Pangan

Lahyanto Nadie   -   Jum'at, 22 Maret 2013, 11:15 WIB

BERITA TERKAIT

Saat ini, kualitas pangan di Indonesia masih menjadi kendala. Padahal pangan merupakan kebutuhan dasar yang paling utama.

Rendahnya mutu pangan dapat kita amati dari banyaknya produk makanan yang mengandung gizi rendah, zat adiktif dan tidak layak konsumsi yang juga sering kita jumpai.

Selain itu, pangan berkualitas masih belum terdistribusi secara merata. Masih banyak daerah yang belum mampu memenuhi mutu pangan secara layak dan standar kecukupan gizi.

Rendahnya mutu pangan di Indonesia ini seringkali menimbulkan dampak penyakit, mulai dari kalangan anak-anak hingga orang dewasa.

Untuk itulah, pemerintah hendaknya segera merealisasikan peningkatkan kualitas konsumsi pangan disertai optimalisasi sumber daya secara berkelanjutan untuk mempercepat penganekaragaman konsumsi pangan dan gizi yang berkualitas dan seimbang.

Pengujian standar pangan juga sangat penting. Berdasarkan Asosiasi Laboratorium Pangan Indonesia (ALPI), saat ini baru terdapat sekitar 20 laboratorium pangan di Indonesia yang terakreditasi untuk menguji standar makanan.

Untuk meningkatkan ketahanan pangan, pemerintah harus mengatur distribusi dan alokasi pangan berkualitas di berbagai daerah. Penyuluhan pangan pada masyarakat juga sangat penting, mengingat tingkat pengetahuan masyarakat akan pangan berkualitas juga masih rendah.

Kualitas pangan sudah semestinya menjadi perhatian utama, sebab pangan sangat berpengaruh pada tingkat gizi serta kesehatan. Kualitas pangan yang baik juga menentukan perkembangan sumber daya manusia.

EL HEZEKIAH SABBAT
Mahasiswa Akuntansi
Universitas Ma Chung Malang


Editor : Other

 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.