Jum'at, 18 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

PILWALKOT MAKASSAR: Idris Berpeluang, Hasil Survei Masuk 3 Besar

Wiwiek Endah   -   Senin, 25 Maret 2013, 17:05 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, MAKASSAR--Paket Bakal Calon Wali kota Makassar kian ramai diperbincangkan. Kali ini giliran Idris Manggabarani (IMB)-Adnan Purichta Yasin Limpo.

Berdasarkan informasi dari lingkar dalam tim pemenangan Idris Manggabarani bahwa paket IMB-Adnan mulai mengkristal setelah dilakukan beberapa kali pertemuan antara ke dua belah pihak.

Namun, kata sumber itu, belum ada kesepakatan, tetapi penjajakan untuk berpaket sudah dilakukan. IMB dinilai memiliki peluang untuk menjadi wali kota Makassar periode 2014-2019 karena hasil survei dia masuk 3 besar.

Adnan yang juga putra dari Bupati Gowa Ihsan Yasin Limpo ini adalah anggota DPRD Sulsel dari Partai Demokrat. Namun dia sudah menyatakan mundur dari partai tersebut.

Idris Manggabarani yang dihubungi belum menjelaskan hal tersebut. Namun, dia sejak awal membuka peluang untuk berpaket dengan siapa saja yang dinilai memiliki potensi untuk memenangkan pilkada Wali kota Makassar.

Idris sendiri juga pernah dikabarkan akan berpaket dengan Supomo Guntur, Wakil Wali kota Makassar saat ini. Selain Supomo, Idris juga digadang-gadang berpaket dengan Husain Abdullah, akademisi yang juga wartawan senior.

Menurut informasi, paket IMB-Adnan ini tengah menjajaki Partai Amanah Nasional (PAN), Partai Hanura dan Partai Gerindra. Namun para elite partai tersebut masih mengunci informasi seputar penetapan calon wali kota mendatang.

Sebelumnya pada 2009, IMB berpaket dengan Adil Pattu, namun hanya berhasil meraih sedikitnya 20% suara. Kala itu, IMB-Adil berhadapan langsung dengan pasangan incumbent Ilham Arief Sirajuddin-Supomo Guntur. (*)


Editor : Other

 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.