Selasa, 29 Juli 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Nelson Mandela Kembali Dirawat Di Rumah Sakit

Winda Rahmawati   -   Kamis, 28 Maret 2013, 20:51 WIB

BERITA TERKAIT


130328_mandela.jpg

BISNIS.COM, JOHANNESBRG-Mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela kembali dilarikan ke rumah sakit akibat kambuhnya infeksi paru-paru yang dideritanya.

Pemerintah Afsel menyatakan, Kamis (28/3/2013),  Peraih Nobel Perdamaian 94 tahun itu masuk rumah sakit tak lama sebelum Rabu tengah malam. Namun, pemerintah tidak memberikan rincian lebih lanjut, selain mengatakan "Mandela sedang menjalani perawatan ahli medis dan kenyamanan yang terbaik".

Mandela, yang menjadi presiden pertama kulit hitam pada 1994, sudah sekian lama absen dari kancah politik dalam beberapa dekade terakhir, tapi tetap menjadi simbol perjuangan menentang rasis dan dicintai rakyatnya.

Mandela terkenal baik di dalam maupun luar negeri setelah menghabiskan 27 tahun di penjara dalam berjuang melawan pemerintahan kulit putih di Afrika dan kemudian mempromosikan aksi perdamaian ras.

Namun, Mandela kini dalam kesehatan yang rapuh dan lemah selama beberapa tahun terakhir.

Sebelumnya, Mandela sempat dilarikan ke rumah sakit awal bulan ini untuk medical check-up dan pernah menghabiskan hampir 3 minggu di rumah sakit pada Desember lalu karena infeksi paru-paru dan operasi penghilangan batu empedu.

Hal itu merupakan masa perawatan terlama di rumah sakit sejak terbebas dari penjara pada 1990, setelah hampir 3 dekade berjuang menumbangkan pemerintahan minoritas apartheid.

Mandela memiliki riwayat masalah paru-paru yang muncul saat dia terjangkit TBC ketika menjadi tahanan politik. (Reuters)


Source : Newswire

Editor : Other

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!.
 

THR dari Bisnis Indonesia: Berlangganan ePaper seumur hidup hanya Rp10 juta. Terbatas hingga 31 Juli, klik DI SINI!.

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.