Selasa, 21 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

KONGRES DEMOKRAT: KLB Memanas, Loyalis Anas Diusir dari Arena

Yoseph Pencawan   -   Sabtu, 30 Maret 2013, 11:55 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, DENPASAR--Kongres Luar Biasa Partai Demokrat sedikit menghangat. Puluhan simpatisan mantan Ketua DPC Partai Demokrat Cilacap Tri Dianto dilarang memasuki lokasi kongres di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar.

Puluhan simpatisan Tri Dianto yang dikenal sebagai loyalis Anas Urbaningrum itu mengendarai sepeda motor, berkonvoi memasuki lokasi kongres.

Mereka dihadang aparat kepolisian dan Satgas Rajawali, pengaman internal partai.

Kedatangan para pendukung Tri yang mengenakan kaos bergambar Partai Demokrat dan foto wajah Tri itu langsung diberhentikan petugas ketika berada di jalan masuk hotel.

Pendukung Tri –yang mencalonkan diri sebagai ketua umum itu-- tidak mengenakan helm dan memakai pakaian adat Bali. Polisi dan satgas pun langsung menghentikan mereka.

Mereka dicegah masuk ke Inna Grand Beach Sanur tempat digelarnya KLB yang akan dibuka Ketua Dewan Permbina Susilo Bambang Yudhoyono.

Para pendukung Tri itu pun kembali Jalan By Pass Ngurah Rai.

Tri menyesalkan tindakan arogan itu. “Itu inisatif mereka ingin menyaksikani jalannya KLB, saya juga tidak mengetahui mereka mau datang ke KLB,“ kata Tri dihubungi Sabtu (30/3/2013).

Pengusiran itu, kata Tri, jauh dari kesantunan berpolitik. Padahal mereka tidak masuk ke ruangan rapat KLB, sehingga tindakan pengusiran dinilai berlebihan.

“Terlalu sadis itu, KLB ini kan ditonton jutaan orang di Indonesia kasihan Pak SBY yang mengajarkan kesantunan, kok yang di bawah bertindak preman seperti itu,” ujarnya.(ems/yop)


Source : Ema Sukarelawanto

Editor : Other

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.