Sabtu, 01 November 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

PENYERBUAN LAPAS: Tim Investigasi Bentukan TNI AD Seharusnya Gabungan

Reporter   -   Sabtu, 30 Maret 2013, 12:04 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA--TNI Angkatan Darat membentuk tim investigasi untuk mengusut lebih lanjut kasus penyerangan sekelompok orang ke Lapas Sleman. Namun tim investigasi bentukan TNI itu hanya terdiri dari internal TNI AD.

Menurut Direktur Eksekutif Lembaga Studi Pertahanan dan Strategis Indonesia Rizal Darmaputera, tim investigasi yang dibentuk semestinya bersifat gabungan dari beberapa instansi yang terkait secara tidak langsung dengan kasus Sleman.

“Saya pikir tim investigasi perlu dibentuk, tapi tidak cukup dari internal TNI AD. Sebaiknya gabungan antara instansi, baik TNI AD, kepolisian, kemudian juga instansi yang membawahi Lapas, yakni dari Kemenkum HAM. Karena itu terjadi di Lapas,” ujar Rizal, Sabtu (30/3/2013).

Selain dari instansi-instansi tersebut, menurut Rizal, pengawasan dari DPR juga diperlukan. Keterlibatan instansi lain dan pengawasan dari DPR, lanjut dia, agar proses investigasi berjalan objektif dan transparan.

“Yang saya ragukan adalah soal akuntabilitasnya. Jadi dari hasil investigasi itu supaya bisa disampaikan secara transparan atau tidak. Apakah dokumen-dokumen itu bisa diakses sipil nantinya, dalam artian instansi berwenang seperti DPR, terlepas DPR kinerjanya buruk, tapi satu-satunya yang representatif masyarakat adalah DPR,” tutur Rizal.

 

Rizal beralasan, struktur TNI dalam sistem politik Indonesia tidak berada di bawah institusi sipil, yakni Kementerian Pertahanan. Begitupun dengan Polri. Dua instansi aparat ini langsung berada di bawah Presiden.

Menurut dia, berbeda dengan kondisi di sejumlah negara maju, di mana institusi militer berada di bawah sipil. Sehingga kontrol sipil terhadap militer cukup kuat.

“Dengan kondisi hierarki institusi TNI demikian, saya meragukan hasil investigasi ini jika hanya internal AD, akan dapat diakses oleh sipil, dalam hal ini Kementerian Pertahanan dan DPR. Karena itu sebaiknya tim investigasi yang dibentuk adalah gabungan,” imbuhnya.

TNI AD membentuk tim investigasi yang terdiri dari berbagai kesatuan di Angkatan Darat. Pembentukan tim merupakan tindak lanjut dari Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono.

“Panglima TNI pada tanggal 27 Maret menelepon agar AD membentuk tim investigasi. Pertanyaan mengapa? Karena ada indikasi keterlibatan oknum-oknum TNI yang bertugas di Sleman,” kata KSAD TNI Jenderal Pramono Edhie Wibowo dalam jumpa pers di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakpus.

Tim investigasi yang dipimpin Wakil Komandan Pusat POM, Brigjen TNI (CPM) Unggul K Yudhoyono ini beranggotakan 9 orang. Mereka tengah bekerja menindaklanjuti informasi awal terkait penyerangan Lapas Sleman.


Source : Harian Jogja

Editor : Other

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.