Sabtu, 25 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

FLU BURUNG: Jenis baru tewaskan 2 orang di China

R Fitriana   -   Rabu, 03 April 2013, 07:55 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, BEIJING—Pihak berwenang China pada Selasa (2/4) melaporkan empat orang lagi terkena penyakit berkaitan dengan jenis flu burung baru.

Penyakit ini sebelumnya tidak diketahui dapat menjangkiti manusia dan telah menewaskan dua orang.

Hingga saat ini, jumlah keseluruhan warga terkena penyakit itu mencapai tujuh orang.

Badan Kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (WHO) mengatakan tidak ada bukti bahwa flu burung jenis H7N9 dapat menular di antara manusia, tapi masih diselidiki wabah itu.

Keempat pasien baru di provinsi Jiangsu di wilayah Timur China kini berada dalam keadaan kritis dan menjalani perawatan darurat, kata laporan kantor berita China, Xinhua News Agency seperti dikutip Antara, Rabu (3/4).

Seorang perempuan asal provinsi Anghui, yang terkena virus tersebut pada awal Maret lalu, juga berada dalam kondisi kritis.

Situs berita China Chinanews.com mengatakan empat pasien di Jiangsu, Provinsi dekat Shanghai, diketahui berumur antara 32 tahun hingga 83 tahun dan hanya satu orang, yaitu perempuan berusia 45 tahun, yang pernah bekerja di pasar sebagai tukang potong ayam.

Keempat korban itu dilaporkan mengalami pusing, demam, batuk dan sesak nafas.

Komisi Kesehatan dan Keluarga Berencana Nasional China pada Minggu (31/3) membenarkan laporan Xinhua bahwa tiga orang telah terkena flu jenis baru.   (ra)


Editor : Other

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.