Rabu, 23 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

CALON KASAD: 3 Nama Pengganti Pramono Edhie Wibowo

Bambang Supriyanto   -   Rabu, 03 April 2013, 15:47 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM,JAKARTA  --  Ada tiga nama yang berpangkat bintang tiga berpeluang menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) untuk mengatakan KSAD Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo yang akan memasuki masa pensiun pada Mei 2013.

Tiga nama yang berpeluang besar menjabat sebagai KSAD, yakni Letjen TNI Moeldoko, Letjen TNI Gatot Nurmantyo, dan Lejten TNI M. Munir.

"Moeldoko diketahui sebagai Jenderal akademisi ini seimbang dengan KSAL yang Doktor cumlaude dan KSAU yang juga orang pendidikan. Sedangkan Munir dan Gatot, keduanya lulusan terbaik dan memiliki pengalaman yang mumpuni. Tapi semua kan tergantung presiden," kata Susaningtyas Nefo Kertopati, anggota Komisi I DPR, Rabu (3/4).

Letjen TNI Moeldoko saat ini menjabat sebagai Wakil Kepala Staf TNI AD (Wakasad), Letjen TNI Gatot Nurmantyo (Komandan Kodiklat) dan Letjen TNI M Munir (Panglima Komando Strategis Cadangan). Tiga nama lainnya yang berpangkat bintang tiga, yakni Letjen Budiman (Sekjen Kementerian Pertahanan), Letjen TNI Langgeng Sulistyono (Sekretaris Menko Polhukkam), dan Letjen TNI Andi Geerhan Lantara.

Mengenai tradisi Pangkostrad menjadi KSAD, kata politisi Partai Hanura ini, lebih karena faktor pengalaman lapangan untuk hal-hal khusus, termasuk penanganan pertahanan kedaulatan bangsa.

Namun, dirinya berharap KSAD mendatang harus piawai menjadikan prajurit memiliki kearifan lokal dan kemahiran komunikasi antarbudaya.

"Karena sekarang bukan jamannya perang otot. Perang urat syaraf menuntut seseorang memiliki kemampuan pikir yg tajam," kata Nuning sapaan Susaningtyas.

KSAD juga dituntut mampu melakukan pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan meningkatkan kesejahteraan prajurit. Selain itu hubungan antarinstitusi juga harus dibenahi.

"Kemampuan pokok minimum (Minimum Essential Force/MEF) bukan hanya alutsista saja yang dikembangkan, tapi juga kesejahteraan dan kemampuan serta pendidikan SDM," tuturnya.

Sementara disinggung mengenai kinerja Pramono, Nuning memandang bahwa Pramono tidak serta merta menyombongkan diri sebagai keluarga istana. Walau keluarga istana beliau cukup memiliki pendirian yang tegas dan tidak mentang-mentang sebagai keluarga istana, ucapnya.

Meskipun dinilai cukup baik, tetapi wanita yang mendalami ilmu intelijen ini memandang masih ada kekurangan pada era kepemimpinan Pramono, khususnya menyikapi beberapa peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini, seperti masih banyak terjadi friksi dengan institusi lain, khususnya Polri. (Antara)


Source : Newswire

Editor : Other

Berlangganan Epaper Bisnis Indonesia Cuma Rp10 Juta Seumur Hidup, Mau? Klik disini!
 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.