Kamis, 31 Juli 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

SUAP IMPOR DAGING: Istri Mantan Presiden PKS Datangi KPK

Sepudin Zuhri   -   Jum'at, 12 April 2013, 10:49 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA—Sutiana Astika –istri dari tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU) Luthfi Hasan Ishaaq– diperiksa sebagai saksi atas Luthfi.

Berdasarkan jadual pemeriksaan KPK pada Jumat (12/4/2013), Sutiana Astika akan diperiksa sebagai saksi dalam dugaan TPPU dengan tersangka mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq yang merupakan suaminya sendiri.

Dalam jadual pemeriksaan di KPK itu, status Sutiana hanya sebagai ibu rumah tangga. Namun, dari biografi Luthfi yang diunduh dari Wikipedia, Sutiana Astika merupakan istri dari Luthfi Hasan Ishaaq.

Ada lima orang yang akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus TPPU terkait korupsi kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian.

Kelima orang itu adalah Sutiana Astika, Lusi Tiarani Agustine (ibu rumah tangga), Elly Halida (PPAT), Giarti Andiningrum (Branch Manager Muamalat), dan Darin Mumtazah (pelajar). Darin Mumtazah ini diduga sebagai anak Lutfhi.

Kasus suap pengurusan kuota impor daging itu terungkap oleh KPK saat operasi tangkap tangan pada 29 Januari 2013 di Hotel Le Meridien dengan menangkap Ahmad Fathanah (orang dekat Luthfi) dan Maharani.

Dalam operasi tangkap tangan itu, diperoleh barang bukti berupa uang sejumlah Rp1 miliar yang akan diberikan kepada Luthfi.

Uang tersebut berasal dari PT Indoguna Utama (perusahaan importir daging), sehingga KPK menangkap dua orang direktur Indoguna yaitu Arya Abdi Effendy dan Juard Effendy.

Dalam kasus itu, KPK menetapkan keempat orang tersebut sebagai tersangka, kemudian Ahmad Fathanah dan Luthfi Hasan disangkakan dengan pasal pencucian uang.


Editor : Yoseph Pencawan

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!.
 

THR dari Bisnis Indonesia: Berlangganan ePaper seumur hidup hanya Rp10 juta. Terbatas hingga 31 Juli, klik DI SINI!.

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.