Rabu, 30 Juli 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

INI DIA 2 Calon Pengganti Panglima TNI

Winda Rahmawati   -   Sabtu, 13 April 2013, 21:24 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA—Kini isu mengenai siapa kandidat pengganti orang nomor satu militer tidak kalah santer turut mewarnai kondisi geopolitik Indonesia.

Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Adrianus Meliala menyebut dua kandidat yang berpotensi menjadi Panglima TNI baru menggantikan Laksamana Agus Suhartono.

Menurutnya, dua kandidat yang berpotensi itu adalah Pangkostrad TNI AD Letjen Muhammad Munir dan Wakil KSAD Letjen Moeldoko.

“Pergantian panglima TNI itu tarik menariknya lebih di dalam TNI,  gak keluar . Presiden tinggal nunggu saja siapa suara dari mereka yang dianggap acceptable dari kalangan TNI sendiri,” ungkapnya kepada Bisnis, Jumat (12/4/2013).

Pergantian Panglima TNI, kata Adrianus, memiliki karakter yang berbeda dibandingkan dengan pergantian Kapolri yang lebih ramai dan disemaraki oleh  masyarakat(eksternal).

 

Profil singkat 2 kandidat Panglima TNI:

1. Wakil Kepala Staf TNI AD (Wakasad) Letjen TNI Moeldoko, lahir pada 6 Juli 1957 di Kediri, Jawa Timur.

Moeldoko adalah alumnus terbaik Akmil 1981. Ia tercatat sebagai peraih bintang Adhi Makayasa. Moeldoko pernah menjabat Kasdam Jaya, panglima Divisi I Kostrad dan Pangdam Tanjungpura dan Pangdam III/Siliwangi.

2. Pangkostrad Letjen TNI M. Munir, lahir pada 28 Oktober 1958 di Kendal, Jawa Tengah, 

Mantan ajudan presiden SBY ini adalah lulusan Angkatan 1983. Sejak 13 Maret 2012, dia menjabat sebagai Panglima Komando Strategis Cadangan (Pangkostrad).

 


Editor : Bambang Supriyanto

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!.
 

THR dari Bisnis Indonesia: Berlangganan ePaper seumur hidup hanya Rp10 juta. Terbatas hingga 31 Juli, klik DI SINI!.

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.