Selasa, 16 September 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

PILKADA PALEMBANG: Sarimuda Menang, Siap Genjot Ekonomi Kerakyatan

Dinda Wulandari   -   Minggu, 14 April 2013, 17:02 WIB

BERITA TERKAIT

BISIS.COM, PALEMBANG-Wali Kota Palembang Terpilih Sarimuda akan segera merealisasikan program-program ekonomi kerakyatan setelah efektif menjabat kepala daerah kota tersebut.

Sarimuda mengatakan ekonomi kerakyatan akan dituangkan melalui pelatihan keterampilan kerja bagi masyarakat berpenghasilan rendah, memberi bantuan modal kerja serta revitalisasi pasar-pasar tradisional.

"Saya tidak mau menerapkan program bidang ekonomi yang muluk-muluk, yang penting masyarakat merasakan manfaatnya,"katanya kepada Bisnis di kediamannya, Minggu (14/4/2013).

Dia menambahkan untuk menumbuhkan perekonomian Palembang perlu memerhatikan masyarakat menengah ke bawah dan sektor UMKM.

Sarimuda merupakan kandidat dengan nomor urut 3 yang menang dalam ajang Pilkada Palembang yang baru-baru ini digelar.

Mantan Kepala Dinas Perhubungan Sumsel itu telah tiga kali mencalonkan diri dalam Pilkada Palembang dan akhirnya berhasil menang dalam Pilkada untuk masa kepemimpinan 2013 -- 2015 mendatang.

KPU Kota Palembang telah menetapkan pasangan Sarimuda-Nelly meraih suara terbanyak dengan perolehan 316.923 suara atau 43,31%.

Sarimuda mengalahkan pasangan Romi Herton-Harnojoyo (nomor urut 2) dengan selisih hanya 8 suara yang meraih 316.915 suara atau 43,31%. Sementara pasangan nomor urut 1 Mularis Djahri-Husni Thamrin memeroleh 97.810 suara atau 13,36%.

Selain akan menerapkan ekonomi kerakyatan, Sarimuda juga akan mengembangkan infrastruktur di Palembang, terutama untuk mengatasi banjir, kerusakan jalan dan kemacetan.

"Banjir di Palembang harus segera diatasi, kami akan menambah kolam - kolam retensi sebagai solusinya dan merevitalisasi saluran-saluran air,"katanya.

Di bidang pendidikan dia akan meluncurkan kartu Masyarakat Pinter (Master) di mana nanti pelajar sekolah yang orang tuanya tidak mampu akan mendapat keringan dari pemerintah.

"Di awal masa kepemimpinan kami akan mendata dulu berapa jumlah pelajar yang tidak mampu itu, setelahnya baru dapat diterapkan. Mudah-mudahan tahun ajaran 2014 mendatang bisa berjalan,"katanya.


Editor : Fajar Sidik

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Dapatkan data Neraca, Reksa Dana, Waran, Swap, Valas, Obligasi, dan Saham. Klik disini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik disini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.