Kamis, 23 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

EKONOMI INDIA: Inflasi Maret 2013 Turun

Ahmad Puja Rahman Altiar   -   Senin, 15 April 2013, 20:49 WIB

BERITA TERKAIT

NEW DELHI—Tingkat inflasi di India pada Maret 2013 mencatatkan penurunan yang lebih dalam dari estimasi para ekonom dan menuju level terendah dalam 40 bulan terakhir, sehingga memperlebar ruang bagi pemangkasan suku bunga acuan.

Kementerian Perdagangan India pada Senin (15/4) di New Delhi melaporkan indeks harga konsumen naik 5,96% dari periode yang sama tahun lalu, lebih rendah dari Februari 2013 yakni 6,84% dan estimasi nilai tengah 29 ekonom yang disurvei Bloomberg yakni 6,79%.

Bank sentral India telah menurunkan suku bunga acuan sebanyak dua kali sejak awal tahun ini untuk menggenjot investasi, sedangkan pemerintah mengurangi defisit anggaran dan berupaya mengurangi defisit transaksi berjalan untuk membantu membatasi inflasi.

“Inflasi yang moderat akan memberikan Reserve Bank of India ruang bagi pelonggaran kebijakan. RBI masih akan hati-hati dan pemangkasan berikutnya akan tergantung dengan bagaimana pergerakan inflasi dan defisit transaksi berjalan,” kata Suvodeep Rakshit, ekonom Kotak Securities Ltd. di Mumbai.

Imbal hasil (yield) surat utang negara (SUN) India bertenor 10 tahun turun 3 basis poin menjadi 7,84% pada pantauan pukul 12.53 siang pada Senin (15/4) waktu Mumbai. Rupee menguat 0,2% dan diperdagangkan pada level 54,61 per dollar Amerika Serikat (AS).

Gubernur Reserve Bank Duvvuri Subbarao pada bulan ini mengatakan inflasi masih kuat dan defisit transaksi berjalan masih di atas level yang berkelanjutan. Rapat kebijakan RBI berikutnya akan dilaksanakan pada 3 Mei 2013.

Menteri Keuangan India Palaniappan Chidambaram tengah mengadakan kunjungan ke Kanada dan AS untuk merayu investor asing, setelah India diperkirakan membutuhkan dana segar lebih dari US$75 miliar per tahun untuk mendanai defisit transaksi berjalan.

Berdasarkan data ekonomi yang disampaikan Kementerian Perdagangan, harga makanan naik 8,73% dari periode yang sama tahun lalu, sedangkan harga bahan bakar minyak dan listrik naik 10,18%. Inflasi inti naik 13,41% setelah naik 3,77% pada Februari 2013.

Subbarao telah menurunkan suku bunga acuan menjadi 7,5% pada tahun ini untuk membantu menopang pertumbuhan ekonomi. Lembaga statistik menargetkan ekonomi tumbuh 5% pada tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2013, terendah sejak 2003.

Pemerintah India telah mengubah sejumlah kebijakannya pada September 2012, yang bertujuan untuk menahan perlambatan ekonomi menjelang pemilihan umum yang akan dilaksanakan pada Mei 2014.

Kebijakan yang diambil antara lain pembukaan industri ritel dan penerbangan untuk investor asing, kenaikan harga disel untuk membatasi subsidi energi, pelonggaran batasan pembelian obligasi oleh investor asing, dan pembentukan panel untuk mempercepat proyek infrastruktur.

Permintaan kendaraan yang melambat juga menunjukkan pelemahan ekonomi. Berdasarkan Asosiasi Manufaktur Otomotif India, penjualan industri mobil, yang melibatkan Maruti Suzuki India Ltd. dan Ford Motor Co., turun 6,7% pada tahun fiskal yang lalu.  


Source : Bloomberg

Editor : Sutarno

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.