Selasa, 02 September 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

BENDERA GAM: Pemprov Aceh Tetap Bertahan

Ismail Fahmi   -   Rabu, 17 April 2013, 18:50 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA—Pemerintah Provinsi Aceh masih bergeming mempertahankan qanun lambang dan bendera Aceh meski dijanjikan berbagai  peningkatan dan percepatan pembangunan ekonomi oleh Presiden SBY.

Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengungkapkan dalam pertemuan dirinya dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kedua pihak masih belum mencapai titik temu dalam persoalan penggunaan simbol GAM dalam lambang dan bendera Aceh.

 Dia mengatakan persoalan tersebut akan dibicarakan kembali dalam pertemuan selanjutnya antara dirinya dengan Presiden pada waktu yang belum ditentukan.

 “Point of view yang tidak sama sekarang, itu akan dicari solusinya supaya dapat titik solusi yang sama. Kami sepakat bertemu di masa depan, kita cooling down dulu,” katanya di Kompleks Sekretariat Negara, Rabu (17/4).

 Zaini menjelaskan Pemprov Aceh masih memiliki waktu 6—12 bulan untuk merevisi qanun yang dianggap bermasalah oleh pemerintah pusat. Namun, tegasnya, persoalan tersebut sangat sensitif hingga seharusnya tidak disikapi hanya sebagai pertentangan hukum administratif.

 “Soal verifikasi ataupun perubahan, revisi, memerlukan waktu 6 bulan sampai 1 tahun. bukan itu yang kita inginkan,” katanya.

 Gubernur Aceh memaparkan dalam pertemuan sore ini SBY menyatakan komitmen merealisasikan berbagai pembangunan infrastruktur di Aceh, termasuk rencana pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah di 5 lokasi.

Selain itu, lanjut Zaini, Presiden menjanjikan mempercepat pengesahan Peraturan Pemerintah tentang migas, pertanahan dan wewenang pemerintah daerah yang ditunggu oleh masyarakat. (if)


Source : Demis Rizky Gosta

Editor : Ismail Fahmi

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.