Jum'at, 28 November 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

BOM BOSTON: Polisi Bantah Laporan CNN Soal Penangkapan Tersangka

R Fitriana   -   Kamis, 18 April 2013, 09:28 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, BOSTON—Kepolisian Boston dan Federal Bureau of Investigation (FBI) menyatakan belum ada tersangka yang ditangkap dalam kaitan dengan serangan bom di garis finish Marathon Boston.

“Belum ada orang yang ditangkap dalam kaitan dengan serangan pada event marathon itu, meski laporan-laporan menyebutkan sebaliknya,” kata Kepolisian Boston di akun twitter mereka, seperti dikutip Antara, Kamis (18/4/2013).

Biro Penyelidik Federal (FBI) juga menyatakan belum ada penangkapan dan mendesak media untuk berhati-hati.

Sebelumnya, televisi CNN mengutip beberapa sumber penegak hukum yang mengatakan penyelidik pada Rabu (17/4/2013) menangkap seorang tersangka pengebom di Boston yang menewaskan tiga orang dan mencederai 180 orang.

Tersangka itu diidentifikasi dari video yang diambil oleh kamera pengawas toko serba ada dan sebuah kamera lain di dekat garis finish marathon di mana dua ledakan bom menghamburkan serpihan logam ke kerumunan massa.

Namun, belum ada rincian lebih lanjut mengenai tersangka yang dilaporkan media itu, yang akan dibawa ke sebuah pengadilan federal di Boston.

CNN juga menayangkan gambar tersangka yang berlari menjauh dari lokasi itu setelah ledakan-ledakan tersebut.

Marathon Boston merupakan salah satu event atletik tahunan terbesar yang diadakan di Amerika Serikat dengan peserta hampir 27.000 orang dan disaksikan puluhan ribu penonton.


Editor : Fajar Sidik

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.