Jum'at, 31 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

UJIAN NASIONAL 2013: Sumatra Utara Minta Ditunda Saja

Bambang Supriyanto   -   Kamis, 18 April 2013, 20:51 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM,MEDAN --  Gubernur Sumatra Utara Gatot Pujo Nugroho meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menunda pelaksanaan ujian nasional (UN) tingkat SMP sederajat  jika naskah soal belum lengkap.

Penegasan Gubernur Sumut ini diungkapkan terkait dengan carut marut UN SMA dan persiapan ujian untuk SMP pada 22 April 2013.

"Jika naskah UN belum selesai, lebih baik ditunda semuanya supaya tidak terulang kejadian seperti UN SMA. Nanti kita minta Dinas Pendidikan berkonsultasi dan bermusyawarah," ujarnya, Kamis (18/4).

Gubernur mengatakan, keterlambatan naskah soal dari Jakarta merupakan permasalahan utama yang menyebabkan banyaknya siswa gagal mengikuti UN secara serentak tahun ini.

Bahkan, jelasnya, potensi keterlambatan naskah soal UN SMP diprediksi masih bisa terjadi. Kondisi ini bakal makin buruk jika naskah soal tiba dalam waktu mepet, mengingat koordinator pelaksana juga harus mendistribusikan soal-soal ke seluruh SMP di Sumatera Utara yang secara geografis sangat luas.

"Luas Provinsi Sumut ini dengan letak geografis kabupatan/kota yang berjauhan membutuhkan waktu tempuh cukup lama. Sementara jadwal tiba naskah dan lembar jawaban komputer (LJK) yang tidak tepat waktu jelas berpotensi menimbulkan permasalahan di Sumut," katanya.

Diperkirakan naskah soal UN SMP akan tiba pada Jumat (19/4) sore dan mulai didistribusikan Sabtu (20/4). Naskah harus sudah tiba di tiap kabupaten/kota pada Minggu (21/4) agar dapat langsung digunakan di Senin (22/4) pagi.

Lebih lanjut Gubernur mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumut melalui Unimed juga tidak boleh melakukan sortir naskah soal yang datang. Mereka hanya bertugas mendistribusikan kepada sekolah di seluruh kabupaten/kota.

"Kita tidak dibolehkan menyortir naskah ujian, sehingga kita tidak tahu kekurangan naskah soal yang terjadi," ujarnya.

Terkait keterlambatan naskah UN SMA, sebenarnya, Gubernur juga sudah mencurigai akan terjadi. Karena sejak awal perusahaan percetakan Balebat Dedikasi Prima sudah melakukan ketidak profesionalan.

"Saat uji petik box yang akan dikirim ke Sumut ada kekurangan. Kita sudah ingatkan tetapi pihak perusahaan tidak mengindahkan temuan uji petik pada box itu. Jadi sejak awal kita telah mengkhawatirkan akan terjadi hal ini," katanya.

Sampai saat ini Pemprov Sumut tetap berkoordinasi dengan Unimed sebagai pengawas, penerimaan naskah UN, pendistribusian naskah serta pengawasan.

Selain itu, juga berkoordinasi dengan pihak percetakan Babelat Dedikasi Prima untuk pelaksanakan UN SMP dan juga UN susulan SMA/SMK, tetapi hingga saat ini belum ada informasi kedatangan naskah soal ujian susulan. Padahal seharusnya H-7 harus telah sampai.

"Dengan kondisi seperti ini, diharapkan kepada peserta ujian untuk tetap tenang dan tidak kuatir, karena permasalahan ini tidak hanya terjadi di Provinsi Sumut tetapi sudah menjadi permasalahan nasional," kata Gubernur. (Antara)


Source : Newswire

Editor : Bambang Supriyanto

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.