Jum'at, 24 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

EKONOMI SPANYOL: Atasi Defisit, Pemerintah Susun Kebijakan Baru

Bambang Supriyanto   -   Senin, 22 April 2013, 20:45 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM,MADRID—Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy sedang menyusun kebijakan baru untuk memulihkan perekonomian negara di Semenanjuang Iberia itu, setelah memecahkan rekor defisit anggaran terbesar di Uni Eropa  pada 2012.

Rajoy berjanji akan mengumumkan kebijakan tersebut pada Jumat (26/4). Kebijakan itu bertujuan membuat perekonomian negara berekonomi terbesar keempat di zona euro itu lebih fleksibel dan kompetitif.

Eurostat, lembaga statistik UE, melaporkan defisit Spanyol melebar hingga 10,6% dari total Produk Domestik Bruto (PDB) tahun lalu. Dalam laporan yang dirilis pada Senin (22/4) tersebut, Eurostat menyatakan pembengkakan defisit Spanyol disebabkan karena biaya yang dikeluarkan untuk menalangi sistem perbankan negara itu. Pada 2011, defisit Spanyol adalah 9,4%.

Rajoy memohon lebih banyak waktu pada mitranya di EU untuk mengatur ulang keuangan publik. Pada saat yang bersamaan, dia berupaya untuk mengakhiri krisis ekonomi Spanyol yang telah terjadi selama 6 tahun dengan didukung janji Bank Sentral Eropa (ECB) untuk melakukan apapun demi mempertahankan nilai euro.

Christine Lagarde, Direktur Pelaksana International Monetary Fund (IMF), mengatakan pada minggu lalu Pemerintah Spanyol membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengurangi defisit negaranya.

Sementara itu, Gilles Moec, Kepala Ekonomi Deutsche Bank AG di London, mengatakan Spanyol membutuhkan 2 atau 3 kuartal lagi untuk dapat sepenuhnya meyakinkan investor.

Dia menambahkan tanpa dukungan ECB, Spanyol harus membuktikan bahwa pertumbuhan ekonominya bersifat struktural dan bahwa rekapitalisasi bank telah mencukupi untuk dapat berhadapan dengan meningkatnya kredit bermasalah.
 
“Masih banyak yang harus dilakukan, tetapi dalam 1 tahun terakhir pemerintah Spanyol telah sukses menstabilkan sistem perbankan dan mengurangi defisit,” ujar Jose Antonio Herce, seorang mitra untuk lembaga konsultasi Analistas Financieros Internacionales di Madrid.

Menurut Kementerian Anggaran, dengan tidak mencantukan bantuan pada bank, defisit Spanyol adalah sebesar 7%. Herce menambahkan Spanyol telah menjadi ‘murah’ bagi para investor karena kemungkinan permintaan bantuan Eropa sangat rendah.

Bersamaan dengan peluncuran kebijakan ekonomi yang baru, Pemerintah Spanyol pada 26 April akan menyetujui rancangan anggaran jangka menengah bahkan tanpa menerima laporan EU tentang batas defisit negara tersebut pada 2013.

Keputusan tersebut dibuat menyusul data tenaga kerja yang didapat dari hasil rata-rata 6 prediksi ekonom yang disurvei Bloomberg. Data tersebut menunjukkan tingkat pengangguran di Spanyol memecahkan rekor 26,% pada kuartal I/2013.

Rajoy mengisyaratkan perekonomian Spanyol tahun ini akan menurun lebih dari 0,5 dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya.

Bank of Spain, yang memperkirakan adanya kontraksi sebesar 1,5% pada 2013, akan merilis proyeksi PDB untuk tiga bulan pertama tahun ini. Para ekonom memprediksikan penurunan sebesar 0,5% dan resesi selama 7 kuartal. Perekonomian turun 0,8% pada 3 bulan terakhir 2012, yang merupakan penurunan terbesar sejak 2009. (Bloomberg)(Foto:cnn.com)


Source : Newswire/Wike D. Herlinda

Editor : Bambang Supriyanto

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.